Aku Anak Nakal?

Firmansyah Slamet
Chapter #6

Januari 2013




Janji suci terucap dari mulutnya, kehidupan kami sudah berbeda 180°. Sakit hati? Tentu saja, rasa sakit hati ini sudah dalam tahap ingin menghancurkan segalanya termasuk pesta pernikahan ini.


"Kak Ness."


Cukup terkejut saat Mamed ada tepat di sampingku, duduk dengan pakaian terbaik. Entah sudah berapa lama aku termenung melamun menatap layar ponsel, aku tak ingin terlalu mencolok memperhatikan dirinya.


"Selamat ya... Kau sudah jadi dewasa," kataku sekuat mungkin menghadapi kenyataan pahit ini sembari membetulkan jas yang ia kenakan walaupun sudah rapi.


"Kak Ness ...."


"Entah butuh berapa lama buatku agar bisa sepertimu, jaga istrimu sebaik baiknya, ya ...," ucapku beranjak, sudah tak tahan aku dengan situasi konyol ini.


"Kak Ness," ujarnya menahan ku dengan cara menggenggam erat tanganku.


"Lepasin!!"


"Kak Ness, aku bisa jelaskan," balasnya lirikan beberapa orang.


"Lepas! Aku mau ambil makan, aku lapar, kampret!" ucapku sejenak membuat dirinya tertawa, aku harus bisa mengalihkan opini para tamu atau pesta pernikahannya akan jadi hancur.




Cintaku padamu, Kasih

Tak akan pernah berubah

Tapi engkau begitu mudah

Mengkhianati diriku


Cintaku juga pada dirimu

Tiada akan pernah berubah

Orang tuaku tak mengharapkan

Dunia akhirat ku jadi milikmu


Cintaku padamu, Kasih

Tak akan pernah berubah

Tapi engkau begitu mudah

Mengkhianati diriku


Bertahun-tahun dirimu

Kuimpikan, oh, Kekasih

Untuk hidup bersamaku

Di dalam mahligai indah

Hancur sudah harapanku

Bagai debu yang beterbangan

Luka hati, luka diri

Ke mana akan kubawa?

Maafkanlah, Kasih

Aku tiada berdaya

Ho-oh-oh




Duet karaoke Papa dan Mama untuk memeriahkan pernikahan seolah benar-benar mengejekku. Nafsu makan langsung turun drastis namun tetap aku paksa walau perut sudah tak ada tempat tersisa.

Mual segera menyerang, aku putuskan keluar pesta ini dan memuntahkan semua yang masuk perut. Lalu kembali masuk untuk menghabiskan makanan lagi.

Lihat selengkapnya