"Mau kemana?" tanyaku saat melihat Papa dan Mamed sudah ada di atas motor.
"Urusan laki-laki" jawab Papa
Kalau jawaban itu sudah keluar, aku tak lagi ingin tahu. Akan tetapi rasa penasaran tetaplah rasa penasaran yang harus aku ketahui. Apalagi ini sudah hampir larut malam.
"Itu Papa sama Mamed mau kemana?" Aku bertanya pada Mama.
"Katanya mau nonton piala dunia."
Tidak biasanya Mamed ikut menonton sepak bola, aku tahu benar ia tidak suka acara olah raga itu kecuali Motorsport. Apa ia tidak dimarahi ibunya jika nanti pulang pagi?.
"Ibunya sudah kasih ijin, santai aja" Mama menjawab pertanyaanku dalam hati.
Tetap saja aku khawatir, apalagi ia sudah memulai kebiasaan buruk merokok! Dan Papa yang mengajarinya merokok agar tidak terlihat seperti banci.
"Berdoa saja agar Papamu enggak aneh-aneh sama pacarmu itu" ujar Mama fokus menonton sinema di televisi.
Perasaanku tidak enak, akhirnya aku malah begadang tidak sampai larut bersama Mama karena insting mengatakan ada hal konyol yang akan terjadi. Namun, aku malah tertidur dan terbangun dengan cukup kaget ketika Mama berisik karena Papa baru saja pulang saat dini hari. Bagaimana tidak berisik, Papa pulang dalam keadaan mabuk! Dan Mamed? Ia juga sudah teler!.
Aduuhh!!
Papa malah mengajari hal konyol yang makin aneh! Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?
"Ini gimana Mama ngomong sama ibunya?" Mama jengkel bukan main, "Anak orang diajak mabuk!"
"Kalau sadar, suruh bersih-bersih biar enggak bau," jawab Papa masuk kamar, "Gitu aja repot"
BAGAIMANA ENGGAK REPOT?! ANAK ORANG DIAJARI MABUK!