Aku Anak Nakal?

Firmansyah Slamet
Chapter #17

Juli 2017


"Sekarang aku tanya," kutatap lekat Mamed, " siapa yang kau pilih, aku atau Rena?"


Mungkin ini akhirnya... Ini yang benar-benar aku takutkan darinya. Pilihan yang tak mudah akan menjadi penentu. Sudah kusiapkan tanganku untuk menamparnya apapun yang terjadi.


"Aku bisa, masih sangat bisa maklum kalau kau belum bisa lupakan mendiang istrimu itu, Dan aku minta kau milih antara aku atau Rena," kataku dengan nada bicara mulai meninggi, tak pernah setinggi ini.


Mamed terdiam sejenak mencoba berpikir sesuatu yang pas, ia menemukan sesuatu yang pas untuk menjawab menurut dirinya sendiri! Akan tetapi itu adalah sebuah bom untuknya dan sudah pasti ia menyesal memberi jawaban itu.


"Aku... Aku, Aku cinta kalian berdua... Aku gak bisa milih, kalian berdua yang ngisi hidupku selama ini dan aku terlena karenanya... Aku gak mau kehilangan kalian berdua."


Jawaban yang keluar dari mulutnya sudah bisa kuduga dan aku perhitungkan. Akhirnya telapak tanganku ada gunanya, setidaknya untuk saat ini.


"Kak Ness ...."


"Diam!!!" kataku sangat marah, tak pernah semarah ini.


Aku mengambil tas dan pergi! Mamed tak bisa menahanku untuk tetap disini. Aku pergi dengan kecewa, aku diam sejenak menatap Rena. Dia juga terdiam, kami saling menatap dan tanpa kusadari dia menampar Mamed dengan punggung tangan untuk kesekian kalinya kemudian pergi dengan secepat kilat. Sakit hati yang kualami berkali-kali masih bisa menyayat serta mengiris-iris relung hati. Aku membencinya!.


"Jancok!!" Aku memukul roda kemudi.


Mobil melaju dengan sangat cepat, aku tak ingin menghiraukan lampu peringatan yang menyala di panel. Dan saat sudah sampai dirumah, mesin meledak mengeluarkan uap air panas. Aku segera menangisi kesialanku hari ini.


"Rissa ... Kamu kenapa??" tanya Mama.


Aku bingung ingin menjawab, aku masih asyik menikmati sakit hati yang Mamed buat.


"Bagaimana aku benerin mobilnya?" ucapku sesenggukan mengingat yang kupakai ialah mobil Mamed.


****


"Kenapa lagi dengan pacarmu itu?" tanya Mbak Vana, "sekarang, mobilnya rusak! Gimana caramu benerin?"


Aku diam membisu, rasa sakit hatiku masih terlalu perih.


"Jawab!"


Lihat selengkapnya