Aku Anak Nakal?

Firmansyah Slamet
Chapter #36

My son

Kali ini aku tidak tahu harus apa. Mike, suamiku atau, atau ia hanya sebuah kedok. Pernikahan kami hanyalah sebuah kedok dari apa yang disembunyikan oleh masing-masing kami. Tuhan berbaik hati untuk mengangkat penyakit Mike dan menjemputnya sendiri.

Dalam posisi inilah yang membuatku bingung. Sedih atas kepergian Mike dan menerima semua ucapan duka yang tidak lebih dari sebuah omong kosong atau berbahagia karena semua ini berakhir dan aku tidak lagi terikat dengan Mike, tetapi orang-orang akan tetap mengasihani ku karena anak dalam kandunganku. Lebih baik aku berpura-pura saja, hari seperti ini tidak akan datang dua kali.

Beberapa hari setelah pemakaman Mike, aku ada di bengkel Mamed. Aku memperhatikan Mamed yang memperbaiki mobilku. Ia terlihat menarik saat tengah fokus melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya.


"Kenapa, kau bingung bayar?" tanya Rena tiba-tiba, "Atau bingung tentang apa?"


"Bukan soal mobil," jawabku, "soal lain"


"Tentang anakmu? Untuk itu aku tidak bisa komentar ... Aku tahu pasti sedih anakmu tidak pernah bisa melihat ayahnya" ucap Rena.


Aku hanya bisa tersenyum, "Aku minta maaf"


"Untuk?" tanya Rena


"Kalau mungkin, nanti aku akan sedikit merepotkan."


"Hei, jangan gitu ... Enggak usah khawatir" balas Rena lembut.


"Yang terpenting aku minta maaf dulu" ucapku.


"Harusnya kau itu berterima kasih" balasnya lagi.


Aku tersenyum, ucapan maafku bukan seperti itu maksudnya. Aku hanya menyembunyikan niat maafku yang sebenarnya. Buah hatiku tetap bisa melihat ayahnya, sayangnya dia tidak akan menyadarinya. Maaf jika aku membuat pengkhianatan besar di belakangmu, Rena. Maaf karena berbohong, maaf sudah menyakiti meskipun kau tidak menyadari dan maaf atas segalanya.

Di depan Rena aku hanya bisa meminta maaf dalam hati. Perbincangan dengan Rena mulai memasuki ranah gosip tak berujung hingga aku sadar, aku mulai merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhku. Perutku sudah sangat besar! Dan Rena mulai berbeda saat kita membuka obrolan gosip terkini.

Aku segera berdiri karena tahu ini tidak benar, ada yang salah dengan lini masa saat ini! Bahkan suasana bengkel berubah drastis.


"Muscle memory?" tanya Rena.


"Iya, suasana tertentu buatku waspada" jawabku seenaknya.


Aku menduga membesarnya perutku dan waktu yang berjalan super cepat, adalah tindakan dari Doraemon. Siapa lagi yang bisa melakukan hal demikian selain ulah tangan jahil Doraemon dan Nobita?. Entah alat ajaib apa yang mereka gunakan, tetapi akan menghajarnya habis-habisan jika mereka berdua tertangkap.


"Butuh istirahat?" tanya Rena

Lihat selengkapnya