Aku Hanya Mau Kamu

Anisah Aulia Putri
Chapter #1

1- Hari Pertama Yang Memalukan


Langit Jakarta pagi itu tampak cerah. Matahari bersinar cerah, memancarkan cahayanya ke kaca-kaca gedung tinggi yang berjejer di sepanjang jalan. Dari balik jendela mobil, Aisyah Humaira memandang keluar dengan yang jantung berdegup lebih cepat. 

Hari ini adalah hari pertamanya di sekolah baru. Tangannya saling bertaut di atas rok abu-abunya. Di pangkuannya, tas ransel biru muda tergeletak begitu saja, sementara kotak bekal berwarna putih dipeluk erat. 

“Aisyah,” ujar ibunya Lastri membuat gadis itu menoleh. “Jangan tegang begitu. Nanti sakit perut.”

Aisyah tersenyum kecil, walau jelas dipaksakan. “Aisyah takut, Bu.”

Ibunya mengusap pundaknya. “Takut kenapa?”

“Takut nggak punya teman, salah ngomong, dan semua kemungkinan yang belum terjadi.”

Ayah Joe yang duduk di kursi kemudi terkekeh. “Anak Ayah ini ranking satu terus, pandai pidato bahasa Arab, masa takut masuk ke sekolah baru.”

Aisyah mengerucutkan bibir. “Beda, Yah.”

“Tenang saja, Nak,” kata ibunya menenangkan. “Insyaallah ada jalannya, selagi kamu tidak melakukan sesuatu yang salah, kenapa harus takut.”

Aisyah hanya mengangguk, ketika mobil memasuki gerbang besar bertuliskan: SMA Bintang Nusantara

Mata Aisyah membulat. Sekolah itu jauh lebih besar dari sekolah lamanya di Padang.

Bangunannya tampak megah, halamannya begitu luas dan banyak siswa berseragam putih abu-abu berlalu-lalang sambil tertawa. 

Ada yang berjalan berkelompok, duduk di taman, dan ada yang sibuk memegang bola basket.

Aisyah menelan ludah. Ia benar-benar ingin pulang saat ini. 

“Semangat,” ucap ayah sambil tersenyum.

Aisyah menarik napas panjang. “Bismillah…”

Ia turun dari mobil. Baru beberapa langkah, suara raungan motor membuat tubuhnya refleks menoleh.

Brmmm!

Brmmm!

Tiga motor gede memasuki area parkir siswa dengan suara bising.

Beberapa siswi pun langsung menoleh heboh.

“Itu Arga!”

“Ya ampun, ganteng banget!”

“Ketua basket datang!”

Aisyah ikut menoleh penasaran.

Di antara tiga motor itu, satu yang paling depan berhenti tepat di bawah pohon rindang.

Saat pengendaranya turun, Aisyah melihat sosoknya yang tinggi dengan bahu lebar. 

Seragam putih abu-abunya tak dimasukkan dengan rapi layaknya seorang siswa. Dasi juga longgar dan menggantung asal. Apa lagi rambut hitamnya yang sedikit berantakan, tapi justru terlihat keren.

Cowok itu melepas helm hitamnya, dan seketika suara jeritan kecil para siswi terdengar lagi. 

Aisyah spontan memalingkan wajah. “Astaghfirullah. Kenapa semua orang heboh sekali?”

Cowok itu melirik ke sekitar dengan tatapan datar. Lalu tanpa sengaja matanya bertemu mata Aisyah.

Aisyah yang langsung panik refleks menunduk. Jantungnya berdetak aneh karena takut, bahkan lebih takut dari segala pemikirannya di dalam mobil tadi. 

“Wih, ada anak baru tuh.”

“Hijaber lagi.”

“Lucu.”

Suara teman-teman cowok itu terdengar samar di telinga Aisyah  yang makin menunduk dan mempercepat langkah.

Ia tak tahu kalau sepasang mata itu sempat memperhatikannya lebih lama dari seharusnya.

***

Di kelas XI IPS 1, suasana ramai mendadak hening saat wali kelas masuk.

“Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru.”

Aisyah yang berdiri di depan kelas menggenggam ujung seragamnya erat-erat.

Lihat selengkapnya