Aku Ingin Berangkat Haji

Ahmad Iki Muqimudin
Chapter #2

Kelahiran Yang Menyakitkan

25 November 1990


Bau obat-obatan dan karbol lantai tercium oleh Bahar, ia duduk di depan ruang IGD menunggu kabar istrinya yang sedang dioperasi.


"Selamat malam, perkenalkan saya Mina, dokter kandungan, saya berbicara dengan bapak?" Dokter Mina bertanya kepada Bahar.


"Bahar, bagaimana dengan istri saya dok?" tanya Bahar dengan cemas.


Dokter Mina menghela napas, "Istri bapak mengalami pendarahan hebat di rahimnya, kami butuh izin bapak untuk melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayi yang sedang dikandungnya."


"Operasi se ... sar, Ya Allah," lirih Bahar, "Selamatkan istri saya dok, bagaimanapun caranya!" 


"Baik, insyaallah kami akan berusaha, kami minta tolong bapak menandatangani surat perjanjian dan menyelesaikan administrasi," ucap dokter Mina.


"Mari pak, ikuti saya," ajak suster, Bahar pun mengikuti suster ke bagian administrasi.


Di ruang administrasi, Bahar tercengang melihat biaya operasi yang harus dikeluarkan, "4 juta rupiah," gumamnya.


"Sus, pembayarannya harus dilunasi sekarang?" tanya Bahar.


"Minimal 50% pak, supaya istri bapak segera ditangani." Suster menjawab dengan nada datar.


Bahar mengambil amplop coklat yang ada di dalam kantongnya, uang keuntungan pesanan sayur.


"Ya Allah, aku tunda keberangkatanku ke rumahmu, ampuni aku." Bahar meneteskan air mata.


"Ini sus, saya bayar 3 juta, sisanya nanti pagi, yang penting istri saya bisa segera ditangani." Bahar berkata sambil menyerahkan uang tersebut.


Suster pun mengangguk–menerima amplop tersebut.


---


"Fin, dipanggil Pak RW, suruh ke rumahnya!" teriak Joni.


Alfin menengok lalu menghampiri Joni yang sedang duduk di depan rumahnya.


"Pak RW manggil saya, ada apa jon?" tanya Alfin sambil membetulkan kancing baju yang terbuka.


"Biasa, ada proyek parkir buat acara tabligh Akbar." Joni menjawab sambil mengikat tali sepatunya.


"Gua berangkat gawe dulu, tar malam biasa kita gaplehan di pos ronda." Sambil menstarter motor maticnya.

Lihat selengkapnya