Aku Ingin Berangkat Haji

Ahmad Iki Muqimudin
Chapter #3

Nasib dan Takdir

Bahar dan Hamidah meninggalkan rumah sakit, setelah hampir seminggu Hamidah di rawat.


Bahar menyewa mobil Pak Hamid untuk membawa pulang istri dan anaknya, Hamidah masih merasa bersalah gara-gara dia, keberangkatan haji mereka ditunda entah sampai kapan. 


"Pak, maafin ibu ya," ucap Hamidah sambil menangis, Bahar termenung, terdiam sebenarnya bukan itu saja yang menjadi pikirannya.


"Bu, percaya tidak dengan namanya takdir?" Bahar menatap wajah istrinya yang sembab.


Hamidah mengangguk. "Ini yang selalu terjadi dalam kehidupan kita, hanya saja sekarang lagi giliran perih-perihnya." Bahar tersenyum, "Sekarang bapak sedang butuh senyuman ibu," lanjutnya.


Hamidah menatap wajah Bahar lalu menatap wajah Alfin yang sedang menyusu, "Maafin ibu, sekarang ibu harus jadi superhero yang mencoba kuat."


Bahar kembali melihat ke jalan melalui kaca jendela mobil.


Mobil pun memasuki halaman rumah, Bahar membukakan pintu, lalu membantu Hamidah turun dari mobil.


Hamidah turun dengan perlahan, bekas operasinya masih terasa ngilu. Ia melihat rumahnya dengan rasa bahagia, "Akhirnya pulang juga," batinnya.


Mereka berdua memasuki rumah, perjuangan mereka masih panjang karena ada penghuni baru yang sedang tertidur dalam pelukan Hamidah.


---

"Kang punten, parkirnya sebelah sini," ucap Alfin yang memakai seragam linmasnya, pengemudi motor tersebut mengikuti arahan Alfin sambil mengambil karcis parkir.


Tabligh Akbar akan dimulai setengah jam lagi, tapi sekitar 400 motor dan 30 mobil sudah berada di area parkiran. 


Mubaligh yang akan memberikan tausyiah adalah Ustad Fahmi Abdul Ghani S.Hi, penceramah yang sedang viral dengan candaan segarnya 


Alfin sibuk mondar mandir mengecek dan mengawasi, sebagai ketua linmas ia harus memastikan parkiran aman dan tertib.


"Kang Alfin, Kang." Seseorang memanggil dari kejauhan, turun dari motor dengan seorang perempuan yang menggendong anak kecil.


Alfin memicingkan mata, "Burhan!" 


Burhan mengangguk, "Gimana kabarnya kang Alfin," tanyanya.


"Alhamdulillah, sehat, wah sudah gendong anak aja nih," jawab Alfin dengan senyum lebar.

Lihat selengkapnya