Perkenalkan.
Namaku Bony Setyawan. Umurku tiga puluh tahun. Status? Pengantin baru.
Istriku namanya Kirana Shanty. Umurnya dua puluh lima tahun.
Tidak cantik dan tidak juga jelek (tapi manis kalau lagi tersenyum karena
gingsulnya),sabar, penyayang... meskipun kadang kalau lagi ngomel,
suaranya bisa menembus tembok rumah tetangga.
Untungnya itu jarang terjadi. Semoga saja.
Kami berdua lahir dan besar di kota metropolitan.
Kota yang kalau pagi isinya klakson, siang macet, malam tetap macet.
Pokoknya kapan pun keluar rumah,
rasanya selalu ada orang yang buru-buru,
entah buru-buru kerja atau buru-buru nyalip lampu kuning.
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya setelah menikah kami bisa saja hidup enak.
Tinggal numpang di rumah orang tuaku.
Atau... numpang di rumah mertuaku.
Dua-duanya sama-sama menawarkan.
Bahkan ibu pernah bilang, "Ngapain repot-repot ngontrak?
Tinggal di rumah saja. Lumayan, ibu ada teman ngobrol."
Mertuaku juga tidak kalah baik.
"Kalau mau tinggal di sini juga boleh. Rumah masih luas."
Kalau dipikir pakai logika, itu memang pilihan paling nyaman.
Hemat biaya.
Tidak pusing bayar listrik.
Tidak mikir air.
Kalau lapar tinggal buka tudung saji.
Kalau habis makan... ya paling disuruh cuci piring.
Tapi sejak masih pacaran, aku dan Kirana sudah membuat satu kesepakatan.