AKU, KIRANA DAN BOBI + ROCKY

Marlon Anaka
Chapter #5

Resmi Jadi Penghuni Ketiga

Malam itu Bobi tidur di atas handuk bekas yang kami lipat menjadi kasur darurat.

Aku sempat menawarkan bantal.

Dia menolak.

Maksudku... dia tidak benar-benar menolak.

Dia malah sibuk menggigit ujung bantalnya.

Baru lima menit di rumah...

Sudah mulai renovasi perabot.

Untung masih gratis.

Paginya, sebelum berangkat kerja, ada satu hal yang langsung terlintas di kepalaku.

Aku menepuk jidat sendiri.

"Aduh..."

"Kok aku lupa ya?"

Kirana yang sedang menuangkan kopi menoleh.

"Lupa apa, Mas?"

"Aku belum izin sama RT."

"Izin?"

"Iya."

"Takutnya di kompleks sini nggak boleh melihara anjing."

Kirana mengangguk.

"Iya juga."

"Soalnya kalau ternyata nggak boleh, kasihan Bobi."

Aku menoleh ke arah anak anjing putih itu.

Dia sedang tidur pulas.

Sesekali kakinya bergerak-gerak sendiri.

Entah sedang mimpi lari.

Entah sedang mimpi makan.

Yang jelas...

Dia belum tahu kalau nasib tempat tinggalnya sedang dibahas.

Aku pun buru-buru menuju rumah Ketua RT.

Sekalian memperkenalkan diri sebagai penghuni baru.

Untung rumah beliau tidak jauh.

Beliau orangnya ramah.

Baru duduk lima menit saja aku sudah disuguhi teh hangat dan pisang goreng.

Aku sempat berpikir.

Kalau setiap lapor RT begini...

Aku rela lapor setiap minggu.

Setelah memperkenalkan diri, aku mulai menyampaikan maksud kedatanganku.

"Begini, Pak."

"Saya sama istri baru pindah ke sini."

"Iya, saya sudah dengar."

"Lalu... kemarin kami dikasih anak anjing."

Ketua RT tersenyum.

"Oh... yang putih itu ya?"

Aku bengong.

"Lho... Bapak sudah tahu?"

Beliau tertawa.

"Di kompleks ini, berita lebih cepat daripada internet."

Aku cuma bisa nyengir.

Benar juga.

Belum genap sehari pindah.

Anjingku saja sudah lebih terkenal daripada pemiliknya.

Aku pun bertanya pelan.

"Kalau melihara anjing di sini... boleh, Pak?"

Beliau mengangguk.

Lihat selengkapnya