AKU, KIRANA DAN BOBI + ROCKY

Marlon Anaka
Chapter #8

Tragedi Ayam Goreng

Untung hari itu hari Sabtu.

Artinya...

Aku libur.

Dan untuk pertama kalinya setelah seminggu bekerja,

aku bisa benar-benar menikmati pagi tanpa diburu alarm.

Aku duduk santai di sofa ruang tamu.

Televisi menyala.

Kebetulan sedang ada acara dangdut.

Aku memang tidak terlalu hafal nama penyanyinya.

Yang penting musiknya enak didengar.

Lumayan.

Bisa menemani rasa malas yang sedang menguasai badan.

Angin sepoi-sepoi masuk dari pintu depan dan jendela yang sengaja kubuka lebar.

Suasananya adem.

Tenang.

Damai.

Pokoknya...

Rumah kami pagi itu terasa seperti surga kecil.

Kirana sedang sibuk di dapur.

Katanya mau mencoba resep kue baru untuk dijual secara online.

Aku sih mendukung saja.

Lumayan.

Kalau laku, ya bersyukur…

Kalau belum laku...

Ya aku yang makan. Daripada mubazir kan?

Walaupun kadang rasa kuenya masih suka membingungkan lidah.

Bobi?

Entahlah.

Sejak tadi aku tidak melihat batang hidungnya.

Eh...

Maksudku moncongnya.

Mungkin lagi keliling halaman.

Atau mungkin...

Lagi menyusun rencana kekacauan berikutnya.

Aku sudah tidak terlalu memikirkannya.

Mataku mulai berat.

Suara dangdut di televisi terdengar makin jauh.

Kelopak mata mulai turun.

Sedikit lagi...

Aku resmi masuk alam mimpi.

Tiba-tiba...

"AYAM GORENGGGG...!!!"

"AYAM GORENGKUUUUU...!!!"

"Digondol...!"

"Eh... dicomot...!"

"Eh... ANJINGGGG...!!!"

Aku langsung terlonjak dari sofa.

Jantungku hampir ikut joget dangdut.

"Astagaaa..."

Aku buru-buru keluar rumah.

Di depan pagar, kulihat tetangga sebelah,

(sebut saja MAWAR), sedang berdiri sambil memegang piring kosong.

Wajahnya panik.

Matanya melihat ke kanan dan ke kiri.

Seolah sedang mencari buronan kelas kakap.

Begitu melihatku, beliau langsung berjalan cepat menghampiri.

"Mas..."

"Iya, Bu?"

"Itu..."

Beliau terlihat bingung memilih kata.

"Anu..."

Lihat selengkapnya