AKU, KIRANA DAN BOBI + ROCKY

Marlon Anaka
Chapter #13

Misi Gagal ke Taman Kota

Setelah beberapa minggu tinggal di kota kecil itu...

Aku mulai hafal kebiasaan orang-orang di sekitar.

Setiap sore sepulang kerja, aku sering melihat banyak

warga berjalan santai menuju taman kota.

Ada yang jogging.

Ada yang sekadar duduk menikmati angin sore.

Ada yang membawa anak kecil bermain sepeda.

Dan yang paling sering kulihat...

Orang-orang mengajak anjing peliharaannya jalan-jalan.

Anjingnya pakai tali.

Majikannya bawa botol minum.

Ada yang lari-lari.

Ada juga yang cuma duduk menikmati rumput.

Melihat pemandangan itu...

Aku jadi kepikiran.

"Kenapa aku nggak pernah ngajak Bobi jalan-jalan ya?"

Kasihan juga.

Kerjanya tiap hari cuma keliling halaman.

Kalau tidak tidur...

Ya gangguin Rocky.

Kalau Rocky tidak ada...

Gangguin aku.

Sore itu, begitu sampai rumah,

aku langsung menyampaikan ide brilianku kepada Kirana.

"Yang."

"Iya, Mas?"

"Gimana kalau hari Minggu kita ajak Bobi jalan-jalan ke taman kota?"

Kirana langsung tersenyum.

"Wah..."

"Boleh juga."

"Kasihan dia."

"Belum pernah piknik."

Aku mengangguk semangat.

"Sekalian..."

"Kalau Rocky mau ikut..."

"...ajak sekalian."

Kirana tertawa kecil.

"Kalau dia mau."

Aku ikut tertawa.

"Soalnya..."

"Rocky itu lebih susah dicari daripada sinyal waktu hujan."

Akhirnya kami sepakat.

Hari Minggu pagi.

Kami akan pergi bertamasya.

Berempat.

Aku.

Kirana.

Bobi.

Dan Rocky.

Hari yang ditunggu pun tiba.

Aku bangun lebih pagi.

Mandi.

Lalu memakai pakaian santai.

Celana pendek.

Kaos oblong.

Sweater tipis.

Sandal jepit.

Kacamata hitam.

Lengkap dengan helm.

Pokoknya...

Sudah seperti orang yang mau touring.

Padahal...

Cuma mau ke taman kota.

Kirana juga sudah siap.

Celana panjang.

Kaos singlet.

Dilapisi hoodie favoritnya.

Sandal jepit.

Helm.

Sederhana.

(tapi kalau senyum, gingsulnya bikin jantung meloncat keluar)

Dan kita siap berangkat.

Tinggal satu masalah.

Rocky.

Kami mencarinya ke mana-mana.

Di teras...

Tidak ada.

Di dapur...

Tidak ada.

Di bawah pohon mangga...

Kosong.

Aku sampai berdiri di pagar sambil memanggil.

"Rock..."

Lihat selengkapnya