Sejak Bobi dan Rocky tinggal serumah dengan kami, aku mulai percaya satu hal.
Kalau hidup terlalu tenang...
Pasti sebentar lagi ada bencana.
Dan benar saja.
…
Pagi itu aku lagi sibuk di halaman belakang.
Kran air dekat pohon mangga rusak lagi.
Kalau dipikir-pikir, kran itu memang nasibnya kurang beruntung.
Minggu lalu ditabrak Bobi waktu ngejar kodok. Sekarang airnya malah netes terus
kayak lagi galau putus cinta.
Aku jongkok sambil bawa kunci inggris.
"Kalau begini terus, lama-lama tagihan airku yang nangis."
Aku muter-muter mur.
Sekali muter.
Netes.
Dua kali muter.
Malah makin deras.
"Tuh kan..."
"Kalau bukan tukangnya yang salah, berarti krannya yang keras kepala."
Saat aku masih berjuang melawan benda bernama kran itu...
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah.
"Mas...!"
"Mas...!"
Aku menoleh.
Kirana datang setengah berlari.
Napasnya ngos-ngosan.
"Mas... buruan!"
"Lho..."
"Ada apa?"
"Itu..."
"Dicari Bu Mawar."
"Di depan rumah."
Aku langsung berdiri.
Dalam hati mulai muncul firasat yang kurang enak.
"Jangan-jangan..."
"Bobi nyolong lagi?"
"Atau Rocky bikin ulah?"
"Atau dua-duanya kerja sama?"
Aku menghela napas panjang.
Aku berjalan menuju halaman depan.
Baru sampai pagar...
Aku melihat Bu Mawar berdiri sambil membawa sebuah mangkuk plastik kosong.
Mukanya...
Seperti orang yang baru kehilangan tabungan.
Aku langsung tersenyum.
"Eh... anu Bu..."
"Maaf ya."
"Saya sudah punya mangkuk."
"Jadi kalau ibu mau jualan..."
"Saya belum tertarik."
Bu Mawar langsung melotot.
"Lho!"
"Bukan itu maksud saya, Mas!"
"Oh..."
"Bukan jualan?"
"Bukan!"
Aku garuk kepala.
"Kirain..."
Bu Mawar menarik napas panjang.
Kelihatannya beliau sedang berusaha mengendalikan emosi.
"Begini Mas..."
"Tadi saya habis dari pasar."
"Saya beli ikan asin."
"Lalu saya taruh di mangkuk ini."
"Di atas meja dapur."
Aku mengangguk.
"Iya Bu."
"Terus?"
"Pas saya tinggal sebentar..."
"...ikan asinnya hilang."
Aku langsung membulatkan mata.
"Astaga..."
"Sudah lapor polisi belum Bu?"
Bu Mawar sampai memejamkan mata.
Entah sedang sabar...
Atau sedang menghitung dosa supaya tidak marah.
"Mas..."
"Masa ikan asin lapor polisi?"