Entah sejak kapan...
Rumah yang dulu terasa sepi, sekarang mulai berisik.
Kalau bukan suara Bobi yang menggonggong entah kepada siapa...
Ya suara Rocky yang mengeong minta makan,
padahal baru lima menit yang lalu dia menghabiskan satu mangkuk penuh.
Aku kadang berpikir...
Yang paling kenyang di rumah ini bukan aku.
Bukan juga Kirana.
Tapi dua makhluk berbulu yang kerjanya makan, tidur, bikin ulah, lalu
mengulanginya lagi besok.
Aneh memang.
Dulu waktu baru pindah ke rumah ini, aku sering mengeluh karena
suasananya terlalu sunyi.
Sekarang...
Kalau lima menit saja rumah terasa tenang...
Aku malah curiga.
"Pasti ada yang sedang direncanakan."
Dan biasanya...
Kecurigaanku tidak pernah meleset.
Hari itu hari Minggu.
Aku sengaja tidak menerima lembur.
Kirana juga sedang tidak banyak pesanan.
Kami sepakat hari itu hanya ingin bermalas-malasan di rumah.
Aku duduk di ruang tamu sambil membaca koran bekas yang sebenarnya lebih
banyak berisi iklan daripada berita.
Kirana sibuk menyiram tanaman di depan rumah.
Bobi...
Seperti biasa.
Lari ke sana.
Lari ke sini.
Kadang mengejar kupu-kupu.
Kadang menggonggong daun mangga yang jatuh.
Aku juga heran.
Entah apa salah daun mangga sampai harus digonggong.
Rocky?
Dia sedang rebahan di atas tembok.
Tatapannya kosong.
Mungkin sedang memikirkan bagaimana cara mencuri ikan asin Bu Mawar edisi
berikutnya.
Sekitar satu jam kemudian...
Kirana masuk ke rumah.
"Mas..."
"Iya?"
"Bobi mana?"
Aku masih santai.
"Paling di belakang."
Kirana mengecek.
Tidak ada.
"Mas..."
"Nggak ada."
"Oh..."
"Mungkin di depan."
Dicek lagi.
Tetap kosong.
Aku mulai berdiri.
"Nggak mungkin."
"Dia tadi masih di sini."
Kami mulai mencari.
Halaman belakang.
Gudang.
Bawah tempat tidur.
Kolong meja.
Bahkan...
Aku sempat membuka lemari.
Padahal...
Kalau Bobi bisa masuk lemari, berarti dia sudah belajar sihir.
Tetap tidak ada.