AKU, KIRANA DAN BOBI + ROCKY

Marlon Anaka
Chapter #19

Skandal Mochi

Kalau ada penghargaan untuk penghuni kompleks yang paling mencintai hewan

peliharaannya, mungkin Pak Iwan sudah membawa pulang pialanya sejak bertahun-

tahun lalu.

Aku mengenalnya saat beberapa minggu yang lalu kami sama-sama mendaftarkan

hewan peliharaan untuk vaksin rabies di balai warga.

Orangnya tinggi.

Berkumis tebal.

Kalau sedang serius, mukanya mirip komandan yang siap memimpin pasukan.

Kalau sedang tersenyum...

Tetap saja kelihatan serius.

Belakangan aku baru tahu kalau warga kompleks memanggilnya Pak Iwan.

Nama lengkapnya aku kurang tahu.

Yang jelas...

Beliau sangat menyayangi seekor kucing betina berbulu putih keabu-abuan yang

bulunya lebat seperti kapas baru dijemur.

Namanya...

Mochi.

Suatu pagi...

Kompleks kami mendadak ramai.

Bukan karena ada kerja bakti.

Bukan juga karena ada maling.

Melainkan...

Karena Pak Iwan sedang marah besar.

Aku yang baru pulang membeli gas elpiji melihat beberapa warga sedang berkumpul

di depan rumahnya.

Aku tidak terlalu penasaran.

Kupikir paling masalah saluran air mampet.

Atau pagar tetangga yang geser dua senti.

Hal-hal seperti itu memang sering menjadi bahan rapat warga.

Namun...

Saat lewat di depan rumah Pak Iwan, aku mendengar kalimat yang membuat

langkahku berhenti.

"Saya benar-benar kecewa!"

Suara Pak Iwan terdengar lantang.

"Belum sempat saya nikahkan..."

"...kok sudah hamil duluan!"

Aku langsung menoleh.

Lho?

Siapa yang hamil?

Aku mencari-cari siapa anak gadis yang dimaksud.

Ternyata...

Yang dibicarakan adalah Mochi.

Iya.

Kucing.

Bukan manusia.

Aku langsung menghela napas lega.

Belakangan aku baru tahu duduk perkaranya.

Ternyata...

Sejak lama Pak Iwan sudah mempunyai rencana besar.

Mochi akan dipasangkan dengan seekor kucing ras unggulan milik temannya.

Konon katanya...

Silsilah keluarganya jelas.

Bapaknya juara kontes.

Ibunya juara kontes.

Kakeknya juga juara kontes.

Entah kontes apa aku juga tidak tahu.

Pokoknya...

Menurut Pak Iwan...

Calon menantu Mochi berasal dari keluarga terpandang dan terhormat

Sudah disiapkan.

Sudah direncanakan.

Tinggal menunggu waktu yang tepat.

Namun...

Takdir memang sering datang tanpa undangan.

Sebelum acara "perjodohan" itu terlaksana...

Mochi keburu bunting.

Yang lebih membuat Pak Iwan pusing...

Tidak ada seorang pun yang tahu siapa pelakunya.

Aku yang mendengar cerita itu hanya mengangguk-angguk.

Dalam hati aku berkata,

"Semoga cepat ketemu pelakunya..."

Lihat selengkapnya