Akuarium Rania

Muhammad Sapril
Chapter #1

Tamparan Pertama

## Bab 1: Tamparan Pertama


"Tutup laptopmu."

Perintah itu meluncur bahkan sebelum aku sempat duduk sempurna. Zarimuddin menyandarkan punggung ke kursi besi yang berdecit protes. Di meja, tumpukan kertas rancangan aktualisasiku tergeletak tak tersentuh.

"Tapi, Pak, saya sudah perbaiki format bab duanya sesuai—"

"Saya tidak peduli dengan margin 4-4-3-3 atau font Arial 12," potong Zarimuddin. Matanya menyipit, menatapku seolah sedang menginspeksi retakan pada fondasi bangunan. "Laporanmu itu sopan. Rapi. Dan membosankan. Saya mau dengar isi kepalamu. The raw version."

Aku menelan ludah. Tenggorokanku kering. "Ini soal antrean RSUD, Pak. Lansia di sana harus datang jam lima pagi cuma buat ambil nomor. Itu... tidak manusiawi."

"Solusinya?"

"Integrasi data." Kalimat itu meluncur begitu saja. Aku menegakkan punggung, melupakan rasa takutku sejenak. "Kita punya data kependudukan di Dukcapil. Kita punya API WhatsApp Gateway. Kenapa nggak disambungin? Pasien cukup kirim NIK lewat WA dari rumah, sistem langsung verifikasi data BPJS mereka, dan balasan otomatis kirim nomor antrean dan estimasi jam periksa."

Aku berhenti sejenak, napasku memburu. "Nggak ada lagi formulir kertas. Nggak ada lagi kakek-kakek yang pingsan karena antre subuh-subuh."

Zarimuddin diam. Bukan hening yang menenangkan—hening yang menghitung.

"NIK," ia akhirnya bicara, pelan, seolah sedang mengunyah kata itu. "Lewat WhatsApp. Jaringan pihak ketiga, di luar kendali kita, tanpa enkripsi end-to-end yang bisa kita audit sendiri." Ia mencondongkan badan. "Kamu baru saja mau kirim data kependudukan warga lewat pipa yang bocor ke mana-mana, Rania. Satu kebocoran, dan bukan cuma nomor antrean yang bocor—identitas lengkap ribuan lansia jadi komoditas di forum jual-beli data."

Wajahku panas. Aku ingin membela diri, tapi tidak menemukan kata.

"Solusinya bukan buang idenya," lanjut Zarimuddin, dan untuk pertama kalinya sesuatu di suaranya melunak. "Solusinya bangun gerbangnya dengan benar. NIK nggak boleh mentah-mentah lewat WA—harus di-hash atau ditukar token dulu di sisi server kita, baru query ke Dukcapil dan BPJS lewat kanal yang kita kontrol penuh."

Lihat selengkapnya