ALAMAT YANG SELALU PINDAH

brielle athalia
Chapter #5

KABAR BURUK DARI SEKOLAH

Pagi itu Dinda berangkat sekolah dengan perasaan yang tidak menentu. Langit masih diselimuti awan kelabu sisa hujan semalam, sementara udara dingin yang menusuk kulit membuat langkahnya terasa lebih berat dari biasanya. Ia berjalan menyusuri gang sempit menuju jalan raya, melewati deretan rumah sederhana yang mulai ramai oleh aktivitas pagi. Beberapa ibu terlihat menyapu halaman, pedagang sayur mendorong gerobaknya perlahan, dan anak-anak sekolah berlarian sambil bercanda. Namun Dinda tidak memiliki suasana hati untuk memperhatikan semua itu.

Sejak menerima surat pemberitahuan biaya ujian beberapa minggu lalu, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Setiap hari ia menghitung waktu yang tersisa sebelum batas pembayaran berakhir. Setiap hari pula ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa keluarganya pasti akan menemukan jalan keluar. Namun semakin dekat tenggat waktu itu, semakin sulit baginya mempertahankan keyakinan tersebut.

Sesampainya di sekolah, Dinda berusaha menjalani hari seperti biasa. Ia mengikuti pelajaran dengan tertib, mencatat setiap penjelasan guru, dan menjawab pertanyaan yang diberikan di kelas. Akan tetapi, konsentrasinya sering kali buyar. Ketika guru matematika menjelaskan rumus di papan tulis, pikirannya justru melayang pada keadaan di rumah. Ia teringat wajah Ayah yang semakin murung setiap kali pulang mencari pekerjaan. Ia juga teringat Ibunya yang belum lama ini menjual cincin emas terakhir demi membeli kebutuhan dapur. Semua kenangan itu membuat dadanya terasa sesak.

Lihat selengkapnya