ALENGKA 2.0: SURGA TERLARANG

Nara
Chapter #6

[LOG 04] DISTORSI DI PUNCAK FUSI

Sayap Alpha mansion Alengka adalah sebuah benteng kedap suara, namun di dalamnya, udara terasa seolah bisa meledak kapan saja. Di atas ranjang luas yang terbuat dari serat kristal hitam, Rahwana sedang membuktikan otoritasnya. Sang Alpha tidak memiliki kesabaran estetis seperti Kumbakarna; setiap sentuhannya adalah klaim, setiap gerakannya adalah penaklukan.


Ia telah membuang tablet Sita ke sudut ruangan sejak satu jam yang lalu. Sekarang, ia mengurung tubuh mungil Sita di bawah bayangannya yang masif. Rahwana sedang berada di puncak intensitasnya, napasnya yang berat menghantam ceruk leher Sita saat ia menyesap kulit wanita itu dengan kasar, sebuah tanda kepemilikan yang jauh lebih permanen daripada sekadar ciuman. Tangannya yang besar merayap, mengunci tubuh Sita agar tetap berada dalam orbit energinya.


Sita, yang biasanya berada dalam ketenangan absolut, mulai menunjukkan retakan. Napasnya tersengal, dan matanya yang sayu menatap langit-langit saat Rahwana menuntut resonansi penuh dari esensi Phoenix di dalam dirinya. Tepat saat Rahwana akan mencapai titik fusi terdalam saat segalanya terasa sinkron dan tak terbendung, sebuah alarm biometrik melengking tajam di seluruh penjuru ruangan.


BIP! BIP! BIP!


Lampu merah darurat berkedip di langit-langit kamar. Rahwana membeku. Geramannya tertahan di tenggorokan, matanya menyala merah pekat karena amarah yang meledak instan.


"Apa-apaan ini..." desis Rahwana, suaranya seperti guntur yang tertahan.


DOK! DOK! DOK!

Lihat selengkapnya