ALENGKA 2.0: SURGA TERLARANG

Nara
Chapter #9

[LOG 07] KLAIM ABSOLUT SANG MAESTRO

Guncangan gairah itu perlahan mereda, menyisakan napas yang saling memburu di tengah keheningan hutan mawar buatan. Kumbakarna tidak langsung menjauh. Ia justru menarik Sita ke dalam pelukannya, membiarkan tubuh mungil itu tenggelam di antara dada bidangnya yang kokoh dan hamparan rambut merah panjangnya yang kini tersebar di atas sprei beludru seperti samudera sutra merah.


Di bawah pendar tanaman bioluminensi yang mulai meredup mengikuti ritme jantung mereka, Kumbakarna mulai melakukan ritual "penandaan" yang sangat telaten. Ia tidak lagi kasar. Dengan kelembutan seorang seniman yang baru saja menyelesaikan mahakaryanya, ia mulai mengecap pundak Sita, memberikan ciuman-ciuman kecil yang presisi di sepanjang garis tulang selangka wanita itu.


"Sita..." bisik Kumbakarna, suaranya serak namun terdengar begitu memuja.


Ia menangkup wajah Sita dengan tangannya yang memiliki jemari panjang dan lentur, menatap mata sayu sang Phoenix yang masih tampak mabuk dalam sisa-sisa euforia. Kumbakarna mencium dahi Sita, kelopak matanya, hingga turun kembali ke bibirnya. Kali ini bukan ciuman yang menuntut, melainkan ciuman yang dalam, lambat, dan penuh rasa memiliki.


Lihat selengkapnya