ALENGKA 2.0: SURGA TERLARANG

Nara
Chapter #10

[LOG 08] SIMFONI DI BALIK TIRAI SUTRA

Gema napas yang memburu perlahan memudar, digantikan oleh suara gemericik air dari instalasi hidroponik di sudut kamar. Di atas ranjang beludru yang kini dipenuhi kelopak mawar siber yang rontok, Kumbakarna masih enggan melepaskan Sita.


Ia berbaring menyamping, menyangga kepalanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya dengan lembut menyisir rambut gelap Sita yang tersebar di atas bantal hitam. Rambut panjang Kumbakarna jatuh menjuntai, menutupi sebagian dada mereka berdua seperti tirai sutra yang melindungi mereka dari dunia luar.


Kumbakarna menatap Sita dengan binar mata yang lebih tenang, namun tetap tajam. Ia mulai mengecup kening Sita, lalu turun ke kelopak matanya yang masih bergetar karena sisa kelelahan nikmat.


"Kau tahu, Sita..." bisik Kumbakarna, suaranya halus, nyaris tenggelam dalam wangi mawar yang memenuhi ruangan. "Di tangan Rahwana, kau adalah piala. Tapi di sini, bersamaku... kau adalah sebuah simfoni yang belum selesai aku tulis."


Ia menarik jemari mungil Sita, mencium setiap ujung jarinya dengan penuh pemujaan. Gerakannya sangat lambat, seolah ia sedang menghitung setiap detak nadi Sita yang mulai kembali normal. Kumbakarna kemudian menarik Sita lebih dalam ke pelukannya, membiarkan kulit mereka yang masih hangat saling bersentuhan.


Lihat selengkapnya