Semua perlakuan Mamah yang memperlakukan-ku seperti itu dengan alasan agar Aku tidak terjerumus kepada pergaulan yang tidak benar, bukanlah semata – mata tanpa alasan. Perlakuan Mamah pada-ku sampai saat ini juga dikarenakan ulah-ku di saat Aku masih duduk di bangku SMP.
Di saat Mamah mendapati ada sesuatu di saku celana sekolah-ku. Saat itu, sontak jantung-ku langsung berdebar dengan sangat cepat seperti ingin copot. Yaitu, karena teriakan suara Mamah yang mengedor pintu kamar-ku dengan sangat keras. Saat itu, jika Aku lama membukakan pintu, mungkin saja Mamah langsung meminta Mamang Edi seorang tukang kebun rumah-ku untuk mendobrak pintu kamar.
Dorrr . . . Dorrr . . . Dorrr!! (suara keras tangan Mamah memukul pintu kamar-ku)
“Alfaaaaaa !!!” teriak Mamah dari depan pintu kamar-ku.
Dag, Dig, Dug. . . Dag, Dig, Dug. . .(berdebar jantung-ku karena teriakan mamah).
“Iyaaa Mah . . . ada apa ??” Jawab-ku atas panggilan mamah dengan wajah yang sangat panik.
“Ada apa, ada apa. Keluar Kamu sekarang !!!” Semakin keras teriakan Mamah yang memanggil-ku untuk keluar.
“Iyaa Mahh Iyaa. . .”
“Cepaatttttttt !!!” Semakin tegas dan keras pula panggilan Mamah.
Klak (suara pintu kamar-ku yang terbuka).
Baru saja Aku membuka pintu kamar, Mamah langsung melemparkan celana sekolah-ku dengan kencang dan tatapan wajah-nya yang sangat menyeramkan saat itu.
Plaaaakk !! (Mamah yang melemparkan celana sekolah yang tepat mendarat di dada-ku).