Setelah makan malam itu selesain, dengan pemandangan kedua Orang tua-ku tersayang, yang hanya diam tatap – tatapan di hadapan-ku, Aku pun segera menuju kamar-ku kembali untuk membaca – baca buku atau ber-imajinasi tentang hal yang sulit untuk Aku dapatkan.
Dan setiap hari selalu saja, Aku terjatuh dalam lamunan imajinasi-ku itu, dan berujung pada mata yang terpejam secara tidak tersadar. Mata yang secara tiba – tiba terbangun karena suara alarm handphone-ku yang berbunyi di setiap hari sekolah.
Masa remaja-ku selau di penuhi dengan hari – hari yang membosankan sedari Aku duduk di bangku sekolah tingkat 1 SMP. Tidak ada sebuah ke istimewaan dalam hari – hariku kecuali, hanya rasa bosan, dan kegiatan yang bergulirnya selalu dengan cara yang sama.
Sebenarnya Ada satu hal yang Aku ingat saat Aku di kelas 3 SMP dengan seorang perempuan. Seroang perempuan yang pertama kali membuat-ku merasakan apa itu rasanya jatuh cinta, walaupun hanya cinta monyet. Namun perasaan yang berawal dengan sebuah taburan gula yang membuat sekolah-ku terbekuk dengan penyakit nilai merah, dan berujung pada rasa sakit hati pada diri-ku.
Yang dimana, hal itu membuat-ku yang sampai saat ini mempunyai hubungan special pada buku – buku di dalam kamar-ku. Dan di saat SMA Aku pun juga mendapati nilai yang sangat baik dan mendapatkan ranking 3 besar pada tingkatan kelas 1 SMA saat beranjak naik ke tingkat kelas 2 SMA.
Bisa dikatakan saat SMA Aku pun seorang anak yang introvert dikarenakan perlakuan overprotective Mamah-ku dan mulai membuat-ku lama – kelamaan menganggap itu adalah zona nyaman dalam hidup-ku.
Dan karena hal tersebut, di saat Aku menduduki kelas 2 SMA, Aku hanya duduk sendiri tanpa ada teman sebangku di samping tempat duduk-ku, seperti teman – temanku yang lainnya.
Namun, seperti tibalah saatnya tangan Tuhan memegang pundak-ku seraya berkata,
“Tenang Alfa, Aku akan mengirimkan seseorang untuk mengisi bangku sebelah tempat duduk-mu dan menjadi teman-mu.”
Hari pertama masuk pada kelas baru di tingkat 2 SMA, kegiatan belajar mengajarpun tidak dilakukan. Melainkan, di dahului oleh perkenalan para Guru-guru yang mengajar di tingkatan kelas 2 SMA.
Lalu di saat hari pertama masuk di tingkatan kelas 2 SMA, dan dengan keadaan kelas yang ramai. Keramaian yang dipenuhi dengan gelak tawa teman – teman kelas yang sedang bercanda satu sama lain. Anak laki – laki lain yang bernyanyi – nyanyi dengan meja kelas yang mereka jadikan gendang, dan anak – anak perempuan yang bercerita dan ber-gosip satu sama lain.
Sedangkan Aku?, Aku tetap merasa kesepian walaupun suasana kelas yang ramai sampai menandingi ramainya pasar. Yang Aku hanya ditemani dengan buku yang Aku pinjam dari perpustakaan untuk menemani-ku dan berusaha untuk tidak merasa kesepian.