“Kringg . . . Kringg . . . Kringg . . .” (bunyi lonceng bel di sekolah-ku).
Tidak terasa, bunci lonceng sekolah yang menandakan kegiatan di sekolah sudah selesai untuk hari yang tidak melakukan kegiatan belajar mengajar pada hari itu.
Aku pun segara merapihkan meja-ku dan segara bergegas menuju pintu gerbang sekolah-ku. Karena pasti, jemputan yang dikirimkan oleh Mamah-ku telah menunggu di depan gerbang sekolah.
Dan benar ternyata benar tebakan-ku, baru saja Aku sampai di depan gerbang sekolah, terlihat Mang Bari sedang menghisap rokok, yang sudah pasti sedang menunggu-ku pulang sekolah. Aku pun langsung menghampiri Mang Bari untuk segara pulang.
“Ehh Den Alfa sudah pulang ?” tanya Mang Bari pada-ku.
“Yasudah dong Mang . . ., Kalau belum, terus yang sedang berdiri di hadapan Mang Bari siapa?, setan? Hehehe~.” Jawab-ku atas pertanyaa tidak masuk akal Mang Bari dengan sedikit tertawa.
“Hehehe, bisa aja sih Aden ini. namanya Mang Bari kan bercanda Den.” Tercengir Mang bari mendengar jawaban-ku.
“Yasudah Mang, Ayo kita pulang. . ., Alfa udah laper soalnya.” Pinta-ku pada Mang Bari.
“Ohhh siaap Den.” Sembari membukakan pintu mobil untuk-ku.
Aku ingin segera pulang karena memang Aku sudah benar – benar sangat lapar dan ingin segera rabahan di atas kasur. Walaupun saat disekolah pun Aku tidak bermain atau melakukan kegiatan berat yang membuat tubuh lelah.
Namun, di saat sebelumnya Aku meminta Mang Bari untuk segera cepat pulang karena Aku lapar dan ingin ber-istirahat, seketika Aku pun malah tidak ingin pulang kerumah dulu. Karena di saat Aku berada di dalam mobil, Aku melihat Beta seorang murid perempuan baru itu dari balik kaca jendela mobil-ku, yang sepertinya sedang menunggu jemputan-nya.
Sebab hal tersebut, Aku pun meminta Mang Bari untuk tidak menghidupkan mesin mobil terlebih dulu. Malahan Aku meminta Mang Bari untuk menunggu sebentar. Namun, Aku berkata dengan jujur pada Mang Bari dan bertanya sedikit tentang Beta pada Mang Bari.
“Mang . . ., Jangan jalan dulu ya Mang. . .” Pinta-ku pada Mang Bari.
“Kenapa memangnya Den. . .?, Tadi bukannya Aden meminta untuk cepat sampai rumah karena Aden lapar?” Tanya Mang Bari pada-ku yang sedikit heran.
“Iyaa Mang tunggu perempuan yang di depan itu ya Mang, sampai jemputannya datang. Hehehe~.” Pinta-ku lagi pada Mang Bari.
Karena memang orang yang hanya ada di depan mobil-ku hanyalah Beta seorang, Mang Bari pun langsung melihat perempuan itu tanpa mata-nya salah sasaran. Dan karena hal tersebut, Mang Bari pun jadi sedikit meledek-ku.