Alfa Beta

Rizky Ade Putra
Chapter #9

Jangan terlalu berlebihan ya Mang

Disaat laju mobil yang Aku tunggangi dengan di kendarai Mang Bari terhenti dari beberapa jarak dengan motor Beta, Aku dibutkan kaget dengan apa yang Aku lihat. Suatu hal yang membuat-ku tidak mengira jika Aku melihat Beta saat disekolah.

Aku melihat Beta dan Ayah-nya terhenti di depan sebuah bangunan yang sangat amat besar. Bahkan disaat Aku melihatnya, Aku berfikir itu tidaklah pantas jika disebut sebagai sebuah rumah. Melainkan, lebih pantas jika disebut sebagai istana sebuah istana kerajaan.

Jujur Aku tidaklah berlebihan jika berkata demikian karena, luas rumahnya itu sekitar 4x luas rumah-ku. Kalau rumah-ku saja sudah di anggap besar oleh orang – orang, apalagi jika melihat rumah Beta. Mungkin orang – orang akan beranggapa rumah-ku adalah rumah keong.

“Busettt . . . Besar banget Mang rumah-nya !!!” Ucap-ku pada Mang Bari yang ada di sebelah-ku.

“Iyaa Den, ini mah jauh banget besarnya kalau dibandingkan sama rumah Aden.” Tutur Mang Bari yang melengkapi ucapan-ku.

“Iyaa Mang. . . ,Ini mah bukan rumah ya Mang !!”

“Lohh. . ., Kalau bukan rumah terus apa Den.” Tanya Mang Baria tas ucapan-ku.

“ISTANAAA Mang !!!, Hahahaha” Dengan mata-ku yang melotot lalu tertawa.

Namun di saat mata-ku sedang Sibuk terkesima dengan apa yang sedang kulihat di hadapan-ku, lagi – lagi Mang Bari membuat-ku tertawa dengan apa yang Ia katakan yang keluar dari fikiran-nya.

“Den. . .” Panggil Mang Baru terhadap-ku.

“Iyaa. . Kenapa Mang kenapa . . .?” Jawab-ku.

“Kalau rumah-nya sebesar ini, besar disetiap ruang tidur nya sebesar apa ya Den?” Tanya Mang Bari namun dengan mata yang terpaku kedepan.

“Iyaa Mang . . ., sebesar apa yaa. . .?, Terus, besar halamannya Mang.”

Lihat selengkapnya