Alfa Beta

Rizky Ade Putra
Chapter #12

Matahari-nya kok dingin ya?

Hari demi hari aku dan Beta pun menjadi semakin dekat dan semakin akrab. Dengan Ia yang sudah tidak malu – malu lagi pada-ku seperti disaat Ia baru memasuki kelas dan berkenalan diri.

Dan Aku pun sangat memahami hal tersebut karena, setiap manusia membutuhkan waktu untuk beradabtasi di lingkungan yang baru Ia pijaki. Yaitu, tanpa mengecualikan dari apa yang Beta rasakan pula.

Namun, ada hal yang ingin Aku lakukan pada-nya, namun belum terjalankan walau sudah tidak terasa beberapa minggu Ia menjadi anggota siswa di kelas-ku, dari sejak itu datang.

Aku sangat ingin sekali pulang bersama dengan-nya agar, Aku bisa bersendau – gurau dan tertawa bersama dengan-nya berdua saja. Hanya ada Aku dan Beta.

Karena hal tersebut, Aku pun memberanikan diri-ku untuk bertanya perihal itu pada-nya secara langsung, yang menurut-ku itu adalah waktu yang tepat.

Waktu di saat kelas-ku sedang dalam mata pelajaran olahraga. Pelajaran yang membuat Aku dan teman – teman kelas harus turun ke lapangan dan mempraktikan gerakan – gerakan olahraga secara langsung.

Saat itu seperti biasa, sebelum memulai materi pelajaran Olahraga, seluruh siswa kelas-ku di haruskan pemanasan dengan melakukan beberapa gerakan, dan di akhiri dengan berlari mengitari lapangan.

Jam pelajaran Olahraga yang didapatkan oleh kelas-ku berada di Jam akhir sebelum pulang sekolah. Jadi setelah pulang sekolah, kami tidak ada pelajaran lain dan langsung pulang.

Setelah kegiatan pemanasan yang di akhiri dengan berlari mengelilingi lapangan, terlihat di mata-ku Beta yang sedang kelelahan dan terududuk di sudut lapangan, dengan kaki yang Ia luruskan.

Dan disaat itulah, waktu yang menurut-ku tepat untuk menjalankan rencana-ku, dengan Aku menghampiri-nya.

“Hufftt. . ., baru pemanasan aja cape banget ya.” Dengan tiba – tiba Aku duduk di samping-nya yang melewati arah belakang.

Lihat selengkapnya