Alfa Beta

Rizky Ade Putra
Chapter #14

Jurus Silat penghancur benteng!

Setelah menempuh perjalanan yang sangat panas di hari itu, Aku dan Mang Bari telah sampai dirumah. Aku pun langsung mengganti seragam sekolah yang Aku kenakan saat itu. Yang dimana itu pun juga memberikan waktu Mang Bari untuk beristirahat sebentar, entah Ia ingin minum kopi ataupun makan siang.

Setelah Aku telah mengganti pakaian-ku dan Aku pun juga telah mengisi perut-ku dengan makanan yang disajikan Bibi Mery, Aku pun langsung dengan diam – diam menuju ke arah post satpam. Post satpam yaitu, tempat biasa Mang Bari dan Pak Suripto biasa duduk untuk berjaga dan bermain catur bersama.

Disaat Aku menuruni anak tangga yang dimana ujung-nya adalah ruang tamu, Aku melihat Mamah yang sedang terlarut dalam tidur-nya dengan Majalah Fashion di atas dada-nya.

Saat itu, hampi saja Aku membangunkan Mamah yang sedang asyik dalam menikmati mimpi dari tidur siang-nya, dengan secara tidak sengaja Aku yang hampir membuat vas bunga terjatuh.

Untung saja saat itu Aku langsung menyadari tangan-ku yang menyenggol vas bunga dengan langsung menangkapnya sebelum terjatuh.

“Eitttttsss. . ., Jangan jatuh dong. . .,” Dengan tangan-ku yang menangkap Vas Bungan tersebut.

Jikalau sampai vas bunga itu terjatuh, Mamah pasti akan langsung terbangun karena suara gaduh yang dihasilkan dari pecahan vas bunga tersebut. Yang pastinya Aku akan dimarahi oleh Mamah. Aku dimarahi bukan karena memecahkan vas bunga walaupun mahal harganya itu, akan tetapi karena ingin kemana Aku siang – siang baru pulang sekolah sudah keluar dari kamar.

Alasan mengambil makan?, mengambil minum?, tidaklah mungkin Mamah akan percaya. Karena biasanya, Aku selalu meneriaki Bibi Mery entah itu untuk mengambilkan makanan atau minum.

Setelah vas bunga yang hampi jatuh itupun berhasil Aku tangkap dengan sigap, Aku pun melanjutkan langkah kaki-ku dengan perlahan untuk mendatangi Mang Bari yang sedang berada di pos satpam.

* * *

Aku pun berhasil melewati pintu utama dari rumah-ku dan sampai kedepan pintu gerbang. Yang disebelah terdapat pos satpam rumah-ku, tempat dimana Mang Bari menunggu-ku untuk mengajari-ku mengendarai motor sesuai janji-nya saat dimobil seperjalanan pulang sekola tadi.

“Hayoo. . . Kalian lagi ngapain ?!?” Teriak-ku untuk mengagetkan Mang Bari dan Pak Suripto yang sedang bermain catur.

“Skaaakkkk!!!” teriak Mang Bari yang kaget karena kedatangan-ku.

“Heeittt. . ., Heittt. . ., Heitt. . .” Kaget Pak Suripto dengan gaya jurus silat-nya.

Saat itu adalah kejadian yang cukup lucu. Karena, disaat Aku datang secara diam – diam dan mengagetkan mereka berdua yang sedang bermain catur, ternyata Pak Suripto sedang dalam keadaan SKAK!.

Lalu karena Aku yang datang secara mengagetkan mereka, membuat papan catur yang telah tersusu rapih dengan strategi Mang Bari, yang dimana telah membuat Pak Suripto terkaget, menjadi berantakan. Hahahaha~.

Papan catur yang sedang menjadi arena pertandingan Mang Bari dan Pak Suripto berantakan karena respon kaget yang dibuat oleh Pak Suripto dengan Gaya Silat-nya.

Lihat selengkapnya