Alfa Beta

Rizky Ade Putra
Chapter #23

Semua ini demi kebaikan

Setelah Aku merapihkan pakain-ku di kamar mandi, Aku pun langsung menuju kelas. Saat Aku berjalan menuju kelas dengan kepala-ku yang hanya bisa tertunduk karena merasa malu, Aku pun sudah memutuskan tentang hal apa yang akan Aku lakukan.

Aku harus cepat – cepat menuju kelas sebelum lonceng bel berbunyi kembali yang menandakan bel istirahat telah usai.

Dan setelah tidak lama Aku berjalan dengan rasa malu, Aku pun langsung menghampiri teman perempuan satu kelas-ku yaitu Leni. Dengan Aku juga langsung membereskan seluruh buku dan alat tulis-ku yang ada dimeja.

“Len. . .”

“Ohiyaa Fa ada apa?” Jawab Leni.

“Kamu mau bertukar tempat duduk dengan-ku?” Tanya atas pinta-ku pada Leni.

“Kenapa memangnya kamu ingin bertukar tempat duduk dengan Aku yang duduk di barisan belakang?, bukankah Kamu duduk di baris bagian depan karena mata-ku sedikit buram?” Tanya Leni pada-ku.

“Iyaa, Tapi Aku bosan selalu duduk di depan. . ., Seperti duduk di belakang asik juga.” Jawab-ku dengan memaksakan wajah tersenyum.

“Oalah. . ., Yasudah Iyaa. . ., sebentar ya Aku merapihkan buku dan alat – alat tulis-ku dulu.” Pungkas Leni yang langsung membereskan meja.

“Makasih yaa Len. . .” Ucap-ku.

Dan setelah Leni selesai membereskan buku dan peralatan tulisnya yang berserakan di atas meja-nya itu, Ia pun langsung berdiri dari tempat duduk-nya untuk berpindah tempat, ke tempat duduk-ku yang berada di samping Beta. Setelah Aku meminta bertukaran tempat duduk pada Leni, teman sebangku-ku pun sekarang adalah Gibran.

Saat Aku bertukaran tempat duduk dengan Leni, saat itu Beta sedang tidak berada di dalam kelas. Beta masih berada diluar kelas yang entah keberadaan-nya dibagian sudut sekolah mana. Entah apa yang akan difikirkan disaat teman sebangku-nya bukanlah Aku lagi. Apa yang akan Beta fikirkan dengan Aku yang sebelumnya berusaha mendekati-nya, lalu tiba – tiba Aku menjauhi-nya.

Yaa benar, Aku memang menjauhi Beta. Akan tetapi, bukan dengan tanpa alasan yang jelas Aku memilih untuk menjauhi Beta. Aku menjauhi Beta karena Aku tidak ingin membuat masalah dengan Jordi yang menjadi jagoan disekolah-ku. Karena dengan tindakan awal-nya yang hanya memperingati-ku, Ia sudah memperlakukan-ku seperti itu. Dan Aku juga yakin bahwa Jordi tidak main – main dengan ucapan-nya sebelum pergi meninggalkan-ku.

Aku pun harus lebih sadar bahwa Beta memang bukan-lah untuk-ku. Fikiran-ku terlalu berlebihan saat melihat Beta pertama kali datang ke sekolah dan duduk sebangku dengan-ku. Aku terlalu berekspetasi terlalu tinggi untuk mendapatkan wanita seperti Beta, yang pasti banyak lelaki juga yang sangat menginginkan-nya.

Lihat selengkapnya