Tidak lama Aku berjalan dari taman yang sebelumnya menjadi tempat Aku bermesraan dengan Beta, Aku pun telah tiba di sekitaran jalan tempat-ku dan Beta sebelumnya makan sate padang bersama. Karena Aku juga tidak tahu saat itu ingin makan apa, dan memang sebenarnya Aku tidak ada rencana untuk kesana. Jadi Aku pun memberhentikan sejenak laju motor-ku di yang di depannya sudah berjajakan para pedagang makanan.
“Bet. . .”
“Iyaa Alfa ada apa?” Jawab Beta dengan tangan-nya yang memeluk pinggul-ku.
“Kamu memangnya mau makan apa?” Tanya-ku dengan kepala yang berusaha menengok ke arah Beta.
“Makan apa yaa. . .??, Kamu maunya makan apa?” Ucap-nya dengan nada yang sangat manja pada-ku.
“Aku tidak tahu. . ., Aku juga tidak tahu makanan apa saja yang ada disepanjang jalan ini. Yang Aku tahu hanya sate padang.” Jawab-ku.
“Iyasudah. . ., Kalau gitu kamu mau makan soto lamongan dengan-ku?” Tanya Beta pada-ku soal makanan.
“Iyasudahh iyaa. . ., Soto nih yaa. . .”
“Iyaa Sotoooo. . .” Ucap Beta masih dengan nada yang manja.
“Kamu tunjukkan tempatnya yaa. . ., Soalnya kan Aku tidak tahu.” Pungkas-ku sembari menyalakan mesin motor.
Aku pun kembali menjalankan motor untuk menuju soto lamongan. Yang Aku sendiri tidak menegetahui letak pasti penjual-nya. Yang Aku tahu, pastinya berada di salah satu barisan dari sepanjang jalan penjual makanan di tempat itu.
Dan kerena memang jarak-nya juga dekat dari tempat Aku berhenti untuk bertanya pada Beta sebelumnya, maka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di tempat makanan yang menjual soto lamongan, seperti apa yang Beta inginkan.
Saat sudah sampai, Beta pun turun terlebih dulu untuk memesan soto tersebut. Sedangkan Aku, harus mencari tempat parkir motor yang saat itu parkiran motor sudah lumayan agak penuh. Setelah Aku memparkirkan motor-ku, Aku pun langsung segera mendatangi Beta yang sudah duduk di tempat makan yang sudah disedikan.
Lalu tiba – tiba, saat Aku sedang duduk bersama Beta, terlintas di benak-ku untuk mengatakan sesuatu pada-nya. Mengatakan hal yang benar – benar langsung terlintas secara tiba – tiba. Sebenarnya, ada hal yang membuat fikiran itu terlintas dalam otak-ku. Karena Aku melihat tepat disebelah-ku ada sepasang muda dan mudi, yang sekiranya umur mereka berada sedikit di atas-ku.
Dengan mesra mereka bercumbu dengan godaan si lelaki kepada perempuan-nya. Godaan – godaan sederhana namun sepertinya kedua belah pihak saling menikmati satu sama lain. Dan karena memang hal yang terlintas dalam benak-ku itu pantas untuk Aku tanyakan pada Beta, Aku pun langsung mengajak-nya berbicara.
Agar memang, waktu menunggu makanan yang telah di pesan oleh Beta sebelumnya tidak terlalu lama rasanya.
“Aku boleh tanya sesuatu pada-mu?” Ucapan tanya-ku pada Beta dengan tangan-ku yang menjalar ke jemari-nya.
“Boleh. . ., Memangnya Kamu mau tanya apa?” Jawab Beta dengan legowo, dengan Aku yang memegang tangan-nya.
“Sebelumnya, apakah kamu pernah menjalin suatu hubungan special dengan lelaki lain?” Tanya-ku.
“Hubungan special? Kaya martabak saja special, hahahaha.” Jawab Beta dengan guyonan-nya.
“Aku serius Bet. . .” Tutur-ku.