Saat Aku dan Mang Bari sudah melewati pintu gerbang, yang dimana berarti kami sudah di hadapkan oleh pintu untuk memasuki rumah Beta, Aku pun terlebih dulu turun dari mobil. Saat Aku turun dari mobil, Aku pun sempat menunggu Mang Bari terlebih dulu yang sedang memparkirkan mobil.
Dan saat Mang Bari sudah turun juga dan menghampiri-ku, Aku dan Mang Bari pun langsung menuju pintu rumah dan mengetuk pintu. Sebenarnya tidak perlu lagi Aku mengetuk pintu, karena Aku sudah meminta izin pada Pak satpam yang memang sudah izin juga pada Beta sebelumnya. Tapi karena Aku juga masih memiliki etika sopan santun, jadi Aku harus mengetuk pintu terlebih dulu walaupun, hanya seperti formalitas saja.
“Tok. . .Tok. . .Tok. . .” (suara pintu yang ku-ketuk).
“Assalamualaikum. . .” Ucap salam-ku pada siapapun yang ada di dalam rumah Beta.
Dan setelah tidak lama Aku menunggu di depan pintu usai salam-ku sebelumnya, ada orang yang menjawab salam-ku, bersamaan dengan pintu yang terbuka.
“Walaikumsallam. . . Maaf, mencari siapa ya. . .?” Ucap salam seorang wanita yang ternyata itu adalah pembantu rumah tangga Beta dan bertanya juga pada-ku.
“Saya Alfa, teman sekolah Beta. . .” Jawab-ku atas pertanyaan Bibi tersebut.
“Oalah temannya Non Beta. . . Silahkan masuk. . .” Ucap Bibi dengan ramah dan senyuman meminta Aku dan Mang Bari untuk masuk terlebih dulu.
Karena Bibi dirumah Beta itupun meminta Aku dan Mang Bari masuk dengan cara-nya yang juga sangat ramah tamah, kami pun akhirnya memasuki rumah Beta.
Dan saat Aku baru saja memasuki rumah Beta dan duduk diruang tamu, Bibi itu pun langsung menawari-ku ingin minum apa.
“Mau minum apa Adek dan Mas-nya?” Tanya Bibi pada Aku dan Mang Bari.
“Ohh gausah repot – repot Bi. . . Saya hanya ingin bertemu dengan Beta saja. . ., Boleh minta tolong panggilkan Beta-nya Bi?” Pinta-ku pada Bibi dirumah Beta.
“Oalahh yasudah Den. . ., Bibi ke kamar Non Beta dulu ya. . .” Ucap Bibi dirumah Beta itu dan langsung menaiki anak tangga untuk ke kamar Beta.
Dan tidak membutuhkan waktu lama Bibi itu menaiki anak tangga untuk menemui Beta, Bibi tersebut langsung turun dan memberikan sebuah kabar pada-ku.
“Dek. . .” Ucap si Bibi.
“Iyaa Bi. . .” Jawab-ku.
“Kata Non Beta. . ., Adek disuruh langsung ke kamar-nya saja.” Ungkap si Bibi tersebut.
“Oalah Baik Bi. . .”
Aku pun langsung menaiki anak tangga dan mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Bibi dirumah Beta itu.
Dan saat Aku sudah tiba di depan kamar Beta, Aku pun tidak mengetuk lagi pintu kamar Beta. Karena, pintu sudah terbuka sedikit saat Aku tiba, tepat di depan kamar Beta. Dan saat Aku tiba, Beta pun sepertinya sudah mengetahui kehadiran-ku. Oleh karena itu, saat baru saja Aku tiba, terdengar dari dalam kamar Beta yang berucap, “Langsung masuk saja, tidak perlu menunggu di depan pintu.” Ucap Beta dari dalam kamar.
Saat Aku mendengar suara Beta, spontan wajah-ku pun langsung tersenyum dan berseri – seri. Aku seketika menjadi senang karena, mendengar suara Beta sudah menjadi kesenangan tersendiri untuk diri-ku. Terlebih lagi, sudah 3 hari sejak Aku masuk setelah kecelakaan-ku dengan-nya, Aku belum melihat dan mendengar suara-nya lagi.
Aku pun langsung memasuki kamar dan mendapati Beta yang sedang duduk dengan posisi bersandar di atas kasur, yang juga Ia sedang membaca buku.