Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #175

Chapter #175

“Enggak. Bukan apa-apa.” Lam tersenyum dan memilih mendekati sang adik. Mim terus mencoba melihat apa yang tengah Lam sembunyikan di balik tubuhnya.

“Kak Lam, Kakak kenapa? Kenapa kamu seperti menyembunyikan sesuatu?” tanya Mim. Lam hanya bisa tersenyum dan mengajak Mim untuk segera keluar. “Kak, apa itu? Kakak sedang menyembunyikan apa?”

“Mim, kita bicara di luar saja.” Lam mencoba membuat perhatian Mim teralihkan untuk beberapa waktu. Mim hanya bisa terdiam dan menggerakkan kursi rodanya ke arah ruang tengah. Lam mundur beberapa langkah setelah Mim menggerakkan kursi rodanya ke arah luar ruangan itu. Boneka itu langsung dia sembuyikan di tempat yang dia rasa aman.

Mim yang merasa ada sesuatu yang aneh dengan kakaknya, langsung saja menoleh. Benar saja, Lam sudah berpindah tempat dan sekarang berada di dekat tembok kamar. Dia yakin, jika Lam berpindah tempat dari tempat sebelumnya dia berdiri.

“Kak Lam?” tanya Mim yang menyadari jika Lam sudah mundur beberapa langkah dari tempatnya semula. “Kak Lam, sedang nyembunyiin sesuatu? Kak, katakan padaku, apa yang sedang kau sembunyikan!”

“Enggak. Aku nyembunyiin apa? Gak ada apa-apa di kamar ini selain yang kau lihat.” Lam tampak begitu khawator jika Mim sampai tau tentang boneka yang dia tengah simpan. Ada hal lain yang Lam rencanakan dan Mim tidak perlu mengetahui semua itu. Siapapun yang ada di rumah itu, tidak boleh ada yang tau terkait rencananya.

“Tapi, kau mundur beberapa langkah dari posisimu sebemlumnya. Kau sudah berpindah tempat. Kak Lam, katakan padaku, apa yang kau lakukan barusan?” tanya Mim sambil menyelidik. Mim sendiri tau jika Lam sedang marah saat dirinya memasuki kamar. Mim yakin jika Lam sedang menyembunyika sesuatu darinya.

“Mim, gak ada yang bisa kita bicarakan di sini. Di sini gak ada benda aneh seperti yang kau pikirkan.” Lam langsung mendorong kursi roda itu dan Mim hanya bisa terdiam dengan kelakuan aneh dari kakaknya.

“Kak, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang kau lakukan di kamar itu seorang diri?” tanya Mim. Lam hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari sang adik. “Kak, jangan senyum seperti itu! Aku dengar kalo kakak seperti sedang marah. Katakan padaku, apa yang sudah kakak lakukan? Jangan ada yang kau sembunyikan dariku!”

“Mim, gak ada sesuatu yang penting. Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan. Itu hanya sekedar uji coba. Gak ada yang bisa aku ceritakan, karena semua itu hanyalah sekedar coba-coba.” Lam mencoba meyakinkan adiknya dan Mim terdiam. Mim diam dan ada sesuatu yang tengah dia ingin katakan. Mim tau jika ada sesuatu yang Lam tengah sembunyikan.

“Apa itu?” tanya Mim.

“Aku mencoba kekuatan yang selama ini belum pernah aku coba. Aku hanya ingin mencoba, kekuatan yang perlau diajarkan Ki Ageng.”

“Kak, kenapa baru dicoba setelah Ki Ageng meninggal? Kenapa tidak dicoba saat mereka masih hidup?” tanya Mim. Lam yang melihat tatapan adiknya yang sedang curiga terkait apa yang dia baru saja ceritakan, tampak bingung dengan apa yang harus dia jawab. Lam hanya bisa tersenyum dan membuat Mim semakin curiga. “Kak Lam, janga senyum-senyum seperti itu!”

“Mim, jangan seperti itu! Jangan pernah mencurigaiku seperti itu.” Lam terus tersenyum dan Mim sendiri terus menatap kakaknya. Dia buka tidak percaya, tapi melihat tatapan dan cara Lam menyampaikan semua itu padanya, membuat Mim harus tau apa yang sebenarnya terjadi. Dia tau jika Lam sedang menyembunyikan sesuatu.

“Ka Lam gak bohong kan?” tanya Mi sambi menyelidik. “Kak, aku mohon jangan menyembunyikan apapu dariku. Aku mohon, jangan pernah menyembunyikan sesuatu dariku.”

“Buat apa aku bohong? Aku tidak bisa membohongimu.” Lam tersenyum dan membuat Mim hanya bisa terdiam. Mim akhirnya memilih pergi dan Lam hanya bisa bernapas lega. Sekarang ini, semua aman dan adiknya tidak tau apa yang dia rencanakan.

Lihat selengkapnya