Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #176

Chapter #176

Mim akhirnya pergi ke tempat yang dia lihat. Vira dan Hambali hanya bisa terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengikuti kemana Mim pergi.

“Aku rasa, dia sekarang akan pergi ke Telaga. Kita ikuti dia. Kita harus pastikan semuanya aman dan tiak ada sesuatu yang tidak kita inginkan.” Hambali langsung mengajak Vira untuk mengikuti Mim. Vira teriam beberapa saat dan tampak terheran. Tadi, Mim jelas menolak ke Telaga. Sekarang, dia malah ingin ke tempat itu? Apa ada sesuatu yang terjadi di Telaga?

“Pak Hambali, kenapa Kak Mim ke Telaga malam-malam begini?”

“Vira, sepertinya Lam sekarang berada di Telaga. Kita harus ke sana dan memastikan semuanya.”

“Apa Bapak yakin Kak Lam ada di Telaga?” tanya Vira dan membuat Hambali terdiam selama beberapa saat.

“Aku tidak punya jawaban pasti. Tapi aku memang merasa ada yang aneh sejak tadi sore.” Hambali terdiam dan terus melangkah mengikuti kemana Mim pergi. “Vira, aku rasa sepertinya Mim tau sesuatu tentang apa yang terjadi di Telaga. Kita ke sana dan harus memastikan apa yang sebenarnya terjadi.”

“Pak, tadi aku sempat meminta Kak Mim untuk pergi ke Telaga. Aku sebenarnya sudah menduga kalo Kak Lam ada di Telaga. Tapi Kak Mim menolak.”

“Vira, aku tau apa yang dipikirkan Mim. Aku juga berpikir kalo buat apa orang berada di Telaga saat malam seperti ini. Di sana daerah yang cukup berbahaya. Aku bisa memahami jika Mim tadi menolak dugaan kalo Lam berada di Telaga. Vira, kita tidak bisa bilang kalo Lam ada di Telaga sebelum kita memastikannya. Kita ke sana sekarang dan lihat apa yang terjadi.” Hambali meminta Vira terus memantau Mim.

Mereka terus berjalan sampai akhirnya Mim berhenti karena melihat cahaya terang di salah satu sisi Telaga. Mim hanya bisa meneteskan air mata melihat cahaya itu yang semakin terang.

“Kak Lam.” Mim mendekati cahaya otu secara perlahan. Dia melihat Lam hanya diam dan tubuhnya terus mengeluarkan cahaya yang sangat terang.

“Kak Lam, apa yang kau lakukan?” tanya Vira yang melihat Lam dengan kondisi seperti itu.

“Kak Lam, hentikan semua ini! Kumohon hentikan semua ini! Kekuatan ini kekuatan yang berbahaya. Kalo kamu memaksakan diri, kamu bisa kehilanga dirimu sendiri. Kak Lam, kumohon hentikan!” pinta Mim dan mencoba mendekati Lam. Hambali yang melihat ulah Mim langsung mencegahnya. Hambali tau, jika kekuatan itu bukanlah kekuatan biasa. Jika Mim menghentikan kekuatan itu secara paksa, maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Dia tidak akan pernah membiarkan Mim sampai mengalami nasib buruk karena kenekatannya kali ini.

“Mim, jangan lakukan itu! Kumohon, tenangkan dirimu! Ini akan sangat berbahaya buatmu.”

“Enggak. Aku harus meminta Kak Lam menghentikan semua ini. Kak Lam, kumohon hentikan! Kak Lam, hentikan semuan ini! Jangan lakukan hal berbahaya seperti sekarang ini.” Mim terus mencoba untuk menghentikan Lam, tapi semuanya tidak membuahkan hasil. Lam tidak menghentikan semua yang dia lakukan.

“Mim, aku mohon, jangan lakukan semua ini! Kita biarkan kakak kamu menuntaskan ritualnya.” Hambali memegangi tubuh Mim dan membuatnya menjauh dari Lam. Mim hanya bisa menangis dan terus memohon agar Lam bisa menghentikan semuan ini. “Mim, kondisi Lam sudah seperti ini. Sangat tidak mungkin, kalo orang lain bisa menghentikan. Biarkan Lam menyelesaikan semua itu.”

“Ayah, tapi apa yang Kak Lam lakukan itu, adalah hal yang berbahaya. Itu ritual yang sangat berbahaya kalo dia gak sanggup.”

Lihat selengkapnya