Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #177

Chapter #177

Mim hanya bisa diam dan tidak bicara apapun. Dia tau jika Lam ada sesuatu yang tengah disembunyikan kali ini.

“Mim, kamu marah?” tanya Lam. Mim tidak menjawab dan memilih pergi.

“Mim, kemana kamu, Le?” tanya Hambali dan langsung mengikuti kemana Mim pergi. Melihat ekspresi Mim yang demikian, dia tidak bisa untuk berdiam diri. Mim bisa melakukan apapun di luar perkiraan banyak orang.

Vira dan Lam hanya bisa terdiam melihat Mim yang pergi tanpa mengatakan apapun. Lam tau jika Mim sedang marah, dan saat kondisi seperti ini, tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia merasa bersalah dengan menyembunyikan semua itu. Tapi dia juga tidak mungkin mengatakan semua itu secara gamblang kepada Mim. Lam tidak bisa menceritakan semua yang dia rencanakan pada siapapun.

“Kak Lam.” Vira yang melihat ekspresi Lam langsung menyadarkannya.

“Vira, aku minta maaf sudah membuat kalian khawatir. Aku minta maaf sudah membuat semua menjadi seperti ini. Aku sebenarnya sadar kalo hal ini tidak bisa aku sembunyikan dari kalian. Tapi aku juga gak bisa menceritakan semuanya begitu saja.” Lam hanya bisa meneteskan air mata.

“Kak Lam, aku gak tau apa yang sebenarnya kau rencanakan. Aku gak akan pernah berkomentar tentang masalah yang kalian berdua hadapi Aku merasa ini masalah kalian.” Vira hanya bisa menatap langit malam yang bertabur bintang. “Kak Lam, tapi aku rasa Kak Mim harus tau apa yang terjadi. Bagaimanapun Kak Mim adalah saudaramu.”

“Vira, aku tidak bisa cerita semuanya pada kalian. Aku tidak bisa cerita rencana ini pada kalian semua, karena sesuatu hal. Aku hanya mau bilang, aku ingin membalas siapapun yang sudah membuat keluarga kita menjadi seperti ini. Aku ingin, mereka yang membuat keluarga kita terpecah, merasakan hal yang sama.” Vira terdiam mendengar apa yang dikatakan Lam. Dia sangat mengerti dengan rencana Lam. Dia sangat memahami kenapa Lam tidak menceritakan semuanya pada siapapun.

“Kak Lam, aku gak tau apa yang kau sedang coba lakukan. Tapi, kenapa kamu menyembunyikan semuanya dari Kak Mim? Aku rasa, dia berhak tau terkait semua ini. Kak Mim berhak tau apa yang kau lakukan.”

“Vira, aku tau kalo ini salah, tapi kali ini aku tidak mau melibatkan Mim. Apa yang akan aku jalani adalah ritual yang berbahaya. Aku bukan meragukan kemampuan Mim, tapi ritual ini sangat berbahaya dan tidak mungkin Mim sanggup melalui semuanya.” Lam menatap Vira yang melihat desa yang saat ini tengah terang dengan cahaya lampu.

“Kak, apa yang terjadi, tidak perlu disesali. Sekarang, kita harus mengejar Kak Mim. Kak Mim sangat membutuhkanmu.” Vira menoleh dan melemparkan senyum pada Lam.

“Vira, aku tidak yakin kalo Mim mau memaafkanku. Entah sudah berapa kali aku membohonginya. Aku sebenrnya tidak pernah berniat membohongi adikku sendiri. Aku hanya tidak ingin dia khawatir berlebihan padaku.”

“Kak Lam, semarah apapun Kak Mim, tidak mungkin dia tidak memaafkanmu. Aku masih yakin kalo Kak Mim masih mau memaafkanmu. Kak Mim mungkin butuh waktu untuk semua ini. Kak, Kak Mim sekarang hanya punya kamu. Kak Mim tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu.” Lam terdiam beberapa saat sebelum akhirnya memilih pergi dan menyusul Mim.

Mim sendiri terus menggerakkan kursi rodanya sambil menangis. Dia tidak menyangka jika Lam bisa melakukan semua itu dan tidak ada yang tau.

“Mim, tunggu sebentar, Le. Jangan marah seperti ini!” pinta Hambali. Hambali tidak bisa membiarkan Mim marah dan membuat semuanya menjadi kacau. “Mim, berhenti!”

“Jangan pernah menghentikanku! Aku tidak suka diatur sama siapapun.”

“Mim, aku tau kamu marah. Tapi tidak seperti ini juga caranya. Le, tidak seperti ini juga caramu melampiaskan amarah. Itu hanya akan merugikan dirimu sendiri.” Hambali memegang tangan Mim yang sudah memegang Mustika. Hambali sangat tidak bisa membiarkan jika Mim menggunakan Mustika itu dengan cara sembarangan. “Mim, kekuatan itu dititipkan ke kamu bukan untuk kamu gunakan dengan cara seperti ini. Bukan seperti ini caramu menguknakan kekuatan itu. Kalo kamu meggunakan kekuatan ini secara sembarangan, itu sama saja dengan mencelakai dirimu sendiri.”

Lihat selengkapnya