“Aku rasa, kekuatan itu semalam sedang digunakan oleh Kak Mim entah untuk apa. Aku tau sesuatu tentang kekuatan itu. Kekuatan itu sangat berbahaya dan tidak bisa digunakan sembarang orang dan sembarang waktu. Sedikit saja yang menggunakan kekuatan itu melakukan kesalahan, maka akan membahayakan dirinya dan orang yang berada di sekitarnya.” Tegar banyak menceritakan apa yang dia ketahui terkait kekuatan yang dimiliki Mim.
“Kau tau banyak sepertinya.” Alif langsung mengomentari apa yang sudah Tegar ceritakan. Dia kagum, dalam waktu yang tidak lama, Tegar sudah banyak tau tentang kekuatan yang dimiliki kedua bocah itu.
“Aku hanya tau sedikit saja. Itu diceritakan Pak Hisyam selama beberapa hari terakhir.” Tegar tersenyum.
“Tegar, tapi aku rasa jika cahaya semalam itu adalah sesuatu yang berbahaya. Tapi, aku tidak bisa memastikan semua itu. Yang tau tentang kekuatan ghaib seperti yang dimiliki anak Bu Kasih itu Mbaj Yani dan Kyai Rosyid.”
“Mas Alif, kenapa kita tidak mita bantuan Mbah Yani? Bukankah Mbah Yani nanti akan membantu Kak Lam dan Kak Mim mencari keluarga aslinya?” tanya Tegar.
“Aku juga berpikir seperti itu. Kita harus bicarakan semua ini pada Kyai Rosyid dulu. Tapi, aku yakin kalo Mbah Yani akan dilibatkan dalam urusan ini.” Alif menatap Hisyam yang tengah bersila di salah satu sudut Telaga.
Mereka langsung diam dan tidak lama, Hisyam berdiri dan mendekati kedua lelaki yang mengikutinya.
“Cahaya semalam itu bukan dari kekuatan Mim. Tapi cahaya itu berasal dari kekuatan Lam. Itu kekuatan yang dimiliki Lam.” Hisyam langsung mengatakan apa yang dia ketahui dari ritual yang baru saja dilakukannya.
“Kekuatan Kak Lam?” tanya Tegar.
“Iya. Itu kekuatan milik Lam. Kekuatan itu sangat berbahaya, dan lebih berbahaya dari kekuatan yang sekarang dimiliki Mim. Untung saja ada yang menghentikan kekuatan itu. Kalo kekuatan itu diteruskan, desa ini tidak akan ada lagi pagi ini.” Apa yang Hisyam katakan membuat Alif dsn Tegar hanya bisa saling menatap. Mereka tidak mengerti kenapa Lam bisa memiliki kekuatan yang begitu berbahaya. “Kekuatan itu tidak bisa kita anggap remeh. Kekuatan Mim saja sudah seberbahaya itu, apalagi ini kekuatan Lam, yang lebih berbahaya dari milik Mim.”
“Pak Hisyam kenapa aku baru tau kali Kak Lam punya kekuatan seperti itu?” tanya Tegar. “Selama ini, yang aku tau, Kak Lam memang punya kekuatan, tapi tidak seberbahaya dari kekuatan yang ada di Mustika Kak Mim.”
“Yang bisa menjawab semua itu hanyalah Mas Hambali. Aku sendiri juga tidak tau kenapa Lam bisa memiliki kekuatan seperti itu. Mas Hambali yang tau tentang kekuatan yang dimiliki mereka dengan begitu jelas. Yang jelas, kita harus bisa membuat mereka untuk mengendalikan kekuatan itu dengan baik. Kalian harus tau, masalah di desa kita belum selesai. Masalah kejahatan yang dilakukan warga desa kita terhadap Mbak Kasih, belum sepenuhnya selesai, karena masih ada dari tersangka yang belum mendapat proses hukum. Kita harus memenjarakan semua orang yang terlibat dalam kejahatan yang menimpa Mbak Kasih dan kedua anaknya.” Hisyam mengatakan hal itu dan Tegar hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata. Dia teringat apa yang terjadi. Kedua orang tuanya sekarang harus mendekam di penjara, karena kejahatan itu. Dia tidak tau apa-apa terkait kejahatan kedua orang tuanya, tapi dia dan kedua adiknya harus menanggung akibat dari kejahatan itu.