Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #181

Chapter #181

“Pak Hisyam sudah menganggapmu sebagai anaknya. Dia sejak lama menganggap kamu sebagai anaknya. Jadi, jangan lagi berharap tentang semua itu. Semuanya sudah terjadi.” Vira hanya bisa menjelaskan seperti itu dan Mim hanya diam sampai akhirnya mereka berada di halaman rumah.

“Vira, kau bisa istirahat. Aku harap, jangan menceritakan semuanya pada siapapun, termasuk Kak Lam dan Ayah Hambali. Biar aku yang menceritakan semuanya pada mereka.” Mim meminta agar dia sendirian.

“Baiklah.” Vira akhirnya masuk ke rumah itu.

Hambali yang tau Vira sudah berada di rumah, langsung medekatinya dan ingin bicara. Dia ingin tau kemana mereka pergi saat malam seperti ini.

“Vira, berhenti sebentar!” pinta Hambali.

“Maaf, ada perlu apa?” tanya Vira.

“Baru darimana?”

“Baru menemani Kak Mim.”

“Kemana kalian?”

“Maaf, Pak. Lebih baik Bapak langsung bicara dengan Kak Mim. Kak Mim yang lebih tau terkait apa yan terjadi dan apa yang baru dia lakukan. Saya hanya tau kalo Kak mim pergi ke suatu tempat karena sinyal dari Nyai Kaligeni.” Vira mohon izin undur diri. Hambali tidak punya plihan lain kecuali mendekati Mim. Sepertinya, Mim sudah meminta Vira untuk menutup mulutnya rapat-rapat tentang semua yang terjadi hari ini.

“Mim, ada apa, Le?” taya Hambali denga tersenyum. “Kau baru keluar bersama Vira?”

“Ayah, ada apa? Aku memang baru keluar ditemani Vira. Apa aku salah?” tanya Mim.

“Mim, sebenarnya gak salah. Tapi kamu keluar saat malam seperti ini. Di luar sana sangat berbahaya. Bagaimana kalo ada makhluk jahat yang ingin mencelakaimu?” tanya Hambali yang sangat mengkhawatirkan kondisi Mim.

“Ayah, tidak perlu khawatir padaku. Aku akan baik-baik saja. Dua benda yang sekarang aku pegang, akan selalu jadi pelindungku.” Mim tersenyum.

“Mim, aku tau kamu sudah memiliki dua benda yang sangat membantumu. Hisyam juga sudah cerita terkait semua itu padaku. Hanya saja, semua itu bukan berarti kamu bisa bebas berpergian kemanapun. Kalo kekuatan itu kau gunaka sembarangan, yang ada malah membahayakan diriu sendiri.” Hambali mengingatka terkait kekuatan itu. Mim tersenyum dengan apa yang Hambali kaakan sekarang ini.

“Ayah, tidak perlu mengkhawatirkanku. Tidak perlu seperti itu. Aku bisa melindungi diri sendiri. Aku mohon, jangan memperlakukanku seperti anak kecil. Aku bukan lagi anak kecil. Aku bisa menggunakan kekuatan ini dengan baik. Aku masih sanggup menggunakan kekuatan ini dengan baik.” Mim tersenyum dan Hambali sebenarnya tidak pernah meragukan kemampuannya. Dia sangat tau dengan kemampuan Mim.

Lihat selengkapnya