Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #203

Chapter #203

“Pak Hisyam.” Tegar langsung menyapa. Tegar berada di rumah Hisyam karena memang ada perlu yang harus dia bicarakan malam ini dengannya.

“Tegar, ada apa?” tanya Hisyam yan tampak kaget.

“Mau kemana?”

“Mau pulang.”

“Kenapa jalan lurus? Bapak kan sudah ada di depan rumah Njenengan sendiri?” tanya Tegar dan membuat Hisyam langsung terdiam dan mengucap istighfar. “Pak Hisyam, kenapa melamun? Ada sesuatu yang mengganggu?”

“Tegar. Sebenarnya gak ada apa-apa.”

“Gak ada apa-apa, tapi kok jalan sampai gak konsen begitu? Bapak melamun? Atau, ada sesuatu?” tanya Tegar dan membuat Hisyam hanya diam selama beberpa saat.

“Aku gak apa-apa.”

“Gak perlu bohong begitu. Pak Hisyam memang darimana? Kok sepertinya dari arah bukit? Apa ini semua ada hubungannya dengan Kak Lam dan Kak Mim?” tanya Tegar dan Hisyam tidak punya pilihan lain. tegar sepertinya tau apa yang sudah dia lakukan hari ini.

“Tegar, aku tidak bisa berhenti kepikiran mereka, sebelum apa yang menjadi hak dari mereka bisa kembali. Mereka harus mendapatkan hak mereka.”

“Apa yang sebenarya terjadi?” tanya Tegar.

“Tegar, aku harus segera mengganti kekuatan itu. Aku harus menukar kekuatan yang mereka punya, dengan kekuatan yang lebih baik. Kekuatan yang mereka miliki, akan sangat berbahaya kalo dibiarkan, apalagi kkuatan milik Mim.”

“Belum selesai juga masalah itu? Bukankah, Njenengan dulu sempat mengganti kekuatan Kak Mim, dan Mustika itu akhirnya bisa dikeluarkan?” tanya Tegar.

“Semuanya belum sempurna. Itu hanyalah awal dan belum mencapai setengah dari kekuatannya. Kekuatan mereka masih dominan kekuatan hitam. Kekuatan mereka harus segera diganti menjadi kekuatan putih, dan kekuatan itu yang akan menjadi penolong mereka saat mencari keberadaan keluarga asli mereka.” Hisyam terdiam dan menatap bukit.

“Pak Hisyam mau melakukan apa? Aku tidak mau sampai mereka celaka. Mereka sudah aku anggap seahahi kakakku. Jangan celakai mereka!”

“Tegar, aku butub banuanmu. Besok kita ke tempat Alif. Kebetulan dia sudah selesai dengan urusannya. Kita tidak punya pilihan lain. Hanya Alif yanb bisa membantu kita.” Hisyam menatap Tegar yang mulai berkaca-kaca.

“Mas Alif? Kita mau minta bantuan Mas Alif lagi, setelah sekian lama kita melakukan ini sendiri, kita minta banyuan Mas Alif lagi?” tanya Tegar.

“Tegar, masalah kekuatan ini, yang tau hanyalah Kyai Rosyid. Kita minta bantuan Mas Alif untuk jadi penghubung antara kita dan beliau.”

“Pak, lama sekali kita tidak meminta bantuannya.”

“Tegar, tapi kita gak piunya piluha kain. Hanya Kyai Rosyid dan Mbah Yani yang bisa membantu kita. Dan Kyai Rosyid akan bisa kita hubungi, lewat perantara Alif karena kedekatannya dengan Gus Umar.” Tegar langsung diam dan menatap langit. Kyai Rosyid dan Gus Umar. Dia tidak bisa mengatakan apapun. Semua kekhawatirannya terhadap keselamatan Lam dan Mim, kembali muncul. “Aku tau, apa yang jadi bebanmu. Tapi, kita tidak punya piliha lain.”

“Pak Hisyam, aku menyayangi mereka.”

“Aku juga menyayagi mereka. Kita sama-sama menyayangi mereka. Terkadang, kita harus mengambil keputusan berat demi semua ini.”

“Aku mohon, jangan sampai mereka kenapa-napa.” Tegar hanya bisa meneteskan air mata mengingat rencana itu yang kemungkinan akan sangat berbahaya.

“Le, kita akan sama-sama jaga mereka berdua. Aku juga tidak pernah membiarkan mereka terjadi seauatu yang buruk. Tidak boleh ada hal buruk yang mendekati mereka.”

Lihat selengkapnya