Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #206

Chapter #206

Mim terdiam dan menyusul Hambali yang tengah mempersiapkan keberangkatannya esok hari. Mim tidak bisa melakukan apapun melihat Hambali yang tersenyum melihat semua yang dia persiapkan.

“Mim, ada apa, Le?” tanya Hambali. Mim terdiam dan hanya menatap Lelaki yang sudah merawatnya sejak kejadian terbakarnya Panti Asuhan Bintang Gemilang.

“Ayah, serius mau pergi?” tanya Mim.

“Le, ayah minta maaf. Mungkin ini akan berat buat kamu. Tapi, semua ini harus aku lakukan demi kamu. Semuanya aku lakukan demi keselamatan kamu.” Hambali tersenyum walaupun wajahnya basah karena air mata.

“Kenapa harus pergi besok pagi? Kenapa gak bisa hari lain?”

“Gak ada waktu lagi. Gak ada waktu untuk menunda semua ini. Besok aku harus berangkat, karena kondisinya sudah genting.” Hambali mengusap wajah anak angkatnya. “Mim, siapapun yang akan menemanimu selama aku pergi, dia adalah orang yang akan menemanimu untuk mencari kelurga aslimu. Dia yang siap menemanimu dengan segala macam rintangan yang ada di luar sana.”

“Ayah.”

“Mim, kau harus semangat. Kau yang akan mencari keluarga Mah Djojohadi. Kau yang bisa menembus semua halangan yang ada di jalanan nantinya.” Hambali tersenyum dan meminta Mim istirahat. Tapi, sepertinya masih banyak pertanyaan yang ingin Mim ketahui jawabannya.

“Kenapa aku?” tanya Mim.

“Mim, kau punya ini. Apa yang kau pegang, adalah senjata ampuh untuk melawan dan membuka rintangan di jalan nantinya.” Hambali menunjuk Permata dan Mustika yang berada di tangan Mim. Mim terdiam dan menatap Mustika dan Permata yang sekarang dia pegang.

“Benda ini?”

“Mim, kau yang sanggup memecahkan segala macam misteri itu.” Hambali tersenyum dan meminta Mim untuk tidak terlalu khawatir.

***

Keesokan harinya.

Tegar kali ini sudah berada di depan rumah Mim dan Lam, seperti permintaan Hisyam. Mim yang mengetahui Tegar ada di depan rumahnya, hanya bisa diam dan menatapnya.

“Tegar, kau di sini?” tanya Mim yang mendekat. Tegar hanya bisa tersenyum dan meminta izin untuk masuk.

“Kak Mim, Pak Hambali kemana? Katanya, Pak Hambali mau pergi ke sebuah tempat?” tanya Tegar. Mim terdiam dan menatap Lelaki yang ada di belakangnya. Terlihat Hambali sudah siap dengan bekal yang dia harus bawa selama perjalanan.

Hambali yang melihat kehadiran Tegar pagi ini, hanya bisa tersenyum dan memintanya duduk. Ada sesuatu yang dia ingin sampaikan pada Tegar hari ini.

“Tegar, sudah lama di sini?”

“Belum lama. Baru datang. Saya datang ke sini, karena permintaan Pak Hisyam. Pak Hisyam meminta saya datang ke sini hari ini juga. Katanya, Bapak mau pergi, jadi saya diminta pagi ini langsung ke sini.” Tegar mengatakan semua itu dan Hambali hanya bisa diam.

“Tegar, kau mau menemani mereka selama aku gak ada di sini? Gak keberatan kan kalo kamu di sini selama aku pergi?”

Lihat selengkapnya