Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #211

Chapter #211

Vira yang memandangi apa yang baru Tegar lakukan, langsung mendekat dan ingin tau apa yang mereka bicarakan.

“Tegar, gimana? Apa semuanya akan baik-baik saja?” tanya Vira yang penasaran.

“Gak perlu ada yang dikhawatirkan, selain apa yang terjadi antara Kak Lam dan Kak Mim. Semuanya akan baik-baik saja. kita hanya fokus kea pa yang terjadi antara Kak Lam juga Kak Mim.”

“Maksudmu?”

“Kau tau sendiri, bagaimana respon Kak Lam. Kak Lam sampai sekarang gak setuju kalo Kak Mim melepas kekuatan itu. Dia orang yang gak setuju kalo Kak Mim melepas kekuatan itu. Kita gak tau apa yang terjadi, sampai Kak Lam menolak rencana adiknya sendiri.” Tegar akhirnya terdiam dan tidak bisa berbuat banyak.

“Tegar, lalu bagaimana rencanamu berikutnya?”

“Mau gak mau, aku harus ke tempat Pak Hisyam. Sekarang, Pak Hisyam mungkin bersama Mas Alif. Beliau tau tentang apa yang jadi masalah kita sekarang.” Tegar menatap Vira yang tengah menatap dirinya.

“Pak Hisyam? Kita ke tempat Pak Hisyam lagi?” tanya Vira.

“Vira, kita gak punya pilihan lain. Bagaimanapun, kita harus minta bantuan Pak Hisyam dan Mas Alif. Mereka yang bisa membantu kita untuk kondisi sekarang ini.” Tegar menatap Vira dengan mata yang basah.

“Kenapa? Ada apa sama mereka? Kenapa kita harus minta bantuan ke mereka?” tanya Vira.

“Pak Hisyam dan Mas Alif itu, perpanjangan tangan Mbah Yani. Pak Hisyam sendiri tau tengang masalah ilmu yang Kak Mim pegang.” Vira langung diam. Tegar hanya bisa menatap wanita itu dengan air mata. “Vira, kau masih takut atau khawatir?”

“Tegar, aku khawatir kalo Kak Mim kenapa-napa.”

“Kita hanya bisa berdoa. Kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan Kak Lam dan Kak Mim.” Tegar menatap kamar Mim yang tertutup.

“Tegar, kau yakin kalo Kak Lam dan Kak Mim selamat dan gak akan terjadi apapun?”

“Aku masih yakin. Mereka berdua bukan orang yang lemah. Kak Lam dan Kak Mim bukan orang yang lemah. Jadi, kita harus yakin kalo mereka akan aman.” Tegar tersenyum dan memandang langit malam.

“Tegar, aku hanya bisa percaya sama kamu, terkait kedua saudaraku itu.” Vira hanya bisa menatap Tegar dengan air mata.

Lihat selengkapnya