Alif Lam Mim

Zainur Rifky
Chapter #212

Chapter #212

“Kak Lam.” Mim mencoba mengejar Lam dan Tegar juga Vira hanya bisa mengikuti kemana Lam pergi. Mereka sangat mengkhwatirkan Lam yang kondisinya tiba-tiba berubah.

“Kak Lam, kenapa kamu?” tanya Vira sambil berteriak. Tidak ada jawaban sampai akhirnya Lam berhenti di satu titik. Mim terdiam melihat tempat yang membuat kakaknya berhenti.

“Ini kan?” tanya Vira sambil mengamati tempat tersebut.

“Ini tempat tinggal Ki Ageng di masa lalu. Tempat awal kami menanam kekuatan itu di desa ini.” Mim menjelaskan semua dan Vira hanya bisa diam dengan jawaban itu. Vira sebenarnya tau tentang tempat itu.

“Kak Lam, kita mau apa ke sini?” tanya Tegar. Lam tidak menjawab dan semakin membuat Mim kebingungan.

“Kak, kita mau apa datang ke sini? Ki Ageng tidak ada. Ki Ageng sudah meninggal. Terus, buat apa kita ke sini?” tanya Mi dan Lam langsung menatapnya dengan air mata.

“Mim.” Lam mendekati adiknya dan mendadak tidak sadarkan diri.

“Kak, kamu kenapa?” tanya Mim saat melihat tubuh kakaknya tergeletak lemas di hadapanya.

Tegar dan Vira langsung mendekat dan membopong Lam ke tempat yang teduh. Mim hanya bisa terdiam dan menangis melihat kakaknya yang aneh pagi ini.

“Kak, kenapa sih Kak Lam jadi seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi sama Kak Lam?” tanya Mim sambil menangis. Tegar hanya bisa diam dan tidak bisa mengatakan apapun. Situasi sudah sulit.

Tidak lama, Alif yang kebetulan lewat dan meihat Mim dan Tegar ada di tempat tersebut mencoba mendekat dan ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Tegar yang melihat kedatangan Alif, langsung berdiri.

“Tegar. Sedang apa di sini?” tanya Alif.

“Mas Alif, kau di sini?” tanya Tegar yang kaget denga kedatangan Alif. Alif melihat Lam yang kondisinya tidak sadarkan diri, langsung mendekat dan mencoba memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.

“Kenapa ini? Kenapa Lam bisa seperti ini?” tanya Alif.

“Gak tau. Baru saja dia pingsan. Tadi, di rumah seperti orang kebingungan. Aku gak tau kenapa, dia langsung berlari ke sini terus pingsan.” Mim cerita apa yang terjadi. Alif hanya terdiam dan meraih ponsel yang ada di sakunya. Dia buru-buru menelpon seseorang.

Tidak begitu lama setelah Alif menelpon, Hisyam datang. Rupanya, Alif baru saja menelpon Hisyam dan meminta bantuan untuk apa yang terjadi pada Lam. Hisyam hanya membawa sebuah botol kecil yang berisi air putih.

Lihat selengkapnya