ALLURA

Mirna Anata
Chapter #1

01-Perjalanan

Gadis ini menggosok-gosokkan telapak tangannya. Kemudian meniupnya agar sedikit hangat dan dimasukkan kembali ke dalam saku jaketnya. Dia mulai sedikit kedinginan. Udara dingin dari AC ini cukup kencang. Beberapa saat kemudian, gadis ini menarik tangan kirinya dari saku, melihat ke jam tangannya yang berwarna putih. Sudah pukul 07.00, batinnya. Dia mulai khawatir terlambat. Janjinya untuk datang tepat waktu mungkin tidak dapat dipenuhi olehnya. Seharusnya aku bisa berangkat lebih pagi, batin gadis itu sedikit menyesal.

Hari Minggu yang seharusnya bisa digunakan untuk istirahat, lebih dipilihnya untuk pergi ke Bekasi. Gadis ini memutuskan untuk naik KRL dari Stasiun Depok ke Bekasi. Itupun dia putuskan setelah berpikir panjang. Sudah beberapa hari ini dia merasa sangat lelah dan kehilangan banyak energi. Beberapa kali Allura juga mimisan. Tapi, hari ini dia benar-benar harus pergi. Dia ingin sekali datang untuk melihat penampilan pacarnya yang akan menjadi salah satu model di acara fashion show. Tidak hanya untuk memberikan dukungan, dia memang sering menemani pacarnya di berbagai acara. Sudah seperti manajer kedua saja.

Gadis manis ini mengambil notes kecil di tasnya. Membuka notes yang bertuliskan "Allura's Schedule" di sampulnya dan memeriksa kegiatan minggu ini. Tak ingin ada kegiatan yang terlewatkan dan tanpa ada persiapan yang sempurna. Dia menghela napas lega karena minggu ini tak banyak kegiatan. Allura sangat ingin menikmati waktu bersama dengan pacarnya yang super sibuk, Daniel. Entah itu hanya sekedar berdiam di apartemen sambil membaca buku, menonton acara di televisi, atau sekedar mengobrol tentang apapun itu.

Allura ada seorang gadis yang introvert. Orang yang melihatnya pertama kali selalu membatin bahwa gadis ini sangat cantik. Rambutnya sepunggung, wajahnya manis dengan lesung pipi dan bulu mata yang lentik, plus tubuh tinggi langsing bak seorang model. Berkali-kali Allura mendapatkan tawaran untuk menjadi model, tapi dia menolaknya. Allura, atau yang biasa dipanggil Al, ingin fokus pada pendidikannya. Dia ingin menjadi pengacara yang hebat. Itulah mengapa dia mengambil kuliah di Jurusan Hukum dan sekarang sudah semester 8 di sebuah kampus ternama di Depok. 

Tangan yang diletakkannya di atas tas kecil itu merasakan ada sesuatu yang bergetar. Allura segera mengambil hpnya dan melihat ada nama Daniel menelponnya. Dia pun segera menjawabnya.

"Halo, darling," sapa Daniel di seberang telepon. Deep voice-nya sangat nyaman untuk didengarkan di telinga.

"Dan, I'm sorry. Sepertinya aku akan sedikit terlambat," kata Allura segera minta maaf padahal Daniel belum berkata apa-apa selain menyapanya.

"Allura darling, kamu udah sampai mana? Wait, kayaknya aku dengar suara kereta. Kamu dekat stasiun? Atau, lagi di stasiun?" tanya Daniel memberondong.

Allura tersenyum mendengar pertanyaan-pertanyaan itu. Seperti biasanya, Daniel sangat perhatian padanya. "Aku lagi di KRL, sayang. Ini baru mau sampai Manggarai."

"Kamu naik KRL? Mobil kamu ke mana? Kenapa nggak bilang sama aku? Aku bisa jemput kamu," tanya Daniel, lagi-lagi dia memberondong Allura dengan banyak pertanyaan.

"Mobilku lagi di bengkel, Dan. Udah beberapa hari ini remnya bermasalah. Jadi, aku bawa mobilnya ke bengkel dulu," jelas Allura.

"Oh gitu, kenapa kamu nggak cerita sama aku?" tanya Daniel.

Lihat selengkapnya