ALLURA

Mirna Anata
Chapter #3

03-I Meet Another

"Penampilan kamu tadi keren banget. Berapa jempol ya buat kamu? Hmm... banyak deh. I'm so proud of you, Dan," kata Allura sambil tersenyum di balik wajahnya yang sedikit pucat.

Daniel hanya tersenyum walaupun ada perasaan yang sedang disembunyikan olehnya. Sekarang dia sedang duduk di depan meja rias karena acara sudah selesai. Dia ingin menghapus make up-nya.

Acara fashion show kali ini berjalan dengan sangat sukses. Semua model sudah bekerja keras untuk memberikan penampilan yang terbaik. Bagaimana tidak, semuanya adalah model terkenal dan profesional. Itulah kenapa mereka mendapatkan honor yang besar plus bonus liburan di Bali.

"Maaf tadi aku terlambat. Untung saja aku masih bisa lihat penampilan kamu," kata Allura mendadak minta maaf karena menyadari kalau Daniel sepertinya tidak benar-benar tersenyum dengan tulus.

"Gapapa, darling. Makasih kamu udah datang hari ini. Walaupun kamu datang terlambat, bagiku kamu tetap pacar yang paling baik dan nomor satu di dunia ini. Next week, aku mau ngajak kamu makan bareng mbak Dona. Kalau hari ini aku nggak bisa, habis ini aku harus jemput Mama di bandara. Nanti kamu pulang diantar mbak Dona aja ya," kata Daniel sambil menghapus make up di wajahnya setelah menyerah mencari Zoy, penata riasnya, yang tiba-tiba menghilang dari ruang make up.

"Iya, sekali lagi maaf ya, Dan," kata Allura yang masih merasa bersalah.

"Gapapa, Allura darling. Aku nggak marah kok," kata Daniel kemudian mulai tersenyum dengan tulus. Walaupun dia tidak tahu apa alasan Allura terlambat datang.

"Oh ya, mama kamu habis dari mana kok di bandara?" tanya Allura penasaran.

"Dari Singapura. Salah satu bosnya mama ngajak beliau untuk rapat saham gitu. Nggak tahu juga sih. Bingung sejak kapan mama mau diajak ngobrolin saham. Padahal, biasanya baca koran atau ngelihat berita tentang ekonomi aja malas," jelas Daniel sambil melihat ke cermin untuk memastikan make up di wajahnya terhapus sempurna.

Allura manggut-manggut.

"Oh ya, tadi kenapa kok kamu terlambat? Ada masalah waktu di perjalanan ke sini?" tanya Daniel penasaran.

"Tadi..." Allura belum selesai menjawab. Dia merasakan hp di tasnya bergetar. Dengan cepat dia mengambilnya. Ternyata ada telepon dari mamanya.

"Halo, Ma. Ada apa?... Ma... Ma... putus-putus nih, Ma..." Allura menjauhkan hpnya sebentar dan melihat ke Daniel yang sebenarnya masih menunggu penjelasan Allura, "Dan, mamaku telepon nih. Aku keluar bentar ya. Sinyalnya nggak bagus nih disini."

Daniel hanya mengangguk. Allura kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut untuk menjadi sinyal untuk menjawab telepon dari mamanya. Sementara itu, Daniel masih duduk di kursinya sambil menunggu Allura selesai menjawab telepon.

Tiba-tiba ada orang lain yang berdiri di belakang kursi Daniel sambil tersenyum. Daniel dapat melihatnya melalui cermin besar yang kini sedang ditatapnya. Seorang laki-laki berusia 30-an dengan gaya yang cukup modis namun terkesan girly. Sontak saja Daniel menoleh karena orang itu asing baginya.

Lihat selengkapnya