ALLURA

Mirna Anata
Chapter #6

06-Menunggu dan Kecewa

Masih terlalu pagi untuk pergi ke Rumah Sakit. Namun, dia harus pergi untuk tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Orang ini dengan semangat membawa sekotak makanan yang masih hangat. Uap dari makanan di dalamnya membuat perut beberapa orang-orang di yang belum sarapan menjadi semakin keroncongan.

"Dona? Apa itu kamu?" tanya seorang perempuan yang tidur di atas bed salah satu kamar VIP Rumah Sakit. Dia refleks bertanya ketika mendengar suara pintu kamarnya terbuka.

"Iya kak, ini aku," jawab Dona setelah menutup pintu. Dia kemudian berjalan mendekat ke seorang perempuan yang dipanggilnya kakak itu.

"Aku kira siapa," kata perempuan tersebut. Dia berusaha tersenyum di balik rasa sakit yang menyerangnya.

"Kamu udah mandi, Kak?" tanya Dona, yang sekarang membantu perempuan itu untuk duduk.

"Udah, barusan perawat membantuku mandi. Oh ya, apa yang kamu bawa?" tanya perempuan itu. Dia terlihat penasaran saat melihat kotak makan yang diletakkan Dona di meja nakas yang ada di dekat bed-nya.

"Apa lagi kalau bukan bubur saring kesukaanmu. Aku harus konsultasi dulu lho sama ahli gizi di sini biar tahu cara membuatnya. Kamu tahu kan, adikmu ini nggak terlalu mahir memasak. Kenapa kakak masih aja nyuruh aku masak bubur ini?" gerutu Dona.

Perempuan itu tersenyum. "Aku cuma ingin tahu aja, seberapa besar usahamu untuk membuat kakakmu ini senang."

"Kak, apa kakak masih aja nggak percaya kalau aku menyayangi kakak dengan sepenuh hati meskipun kita bukan saudara kandung? Oh, please," kata Dona tidak percaya. Dona jadi kesal karena kakaknya itu masih saja meragukan rasa cintanya kepada sang kakak tiri.

"Bukan. Bukan begitu, Dona. Maafkan kakak. Aku cuma iseng aja," kata perempuan itu, terdapat rasa penyesalan di dalam nada bicaranya.

"Kak, aku bisa membuat kakak lebih senang lagi, lebih dari sekedar aku bisa membuat bubur saring untuk kakak. Percayalah! Aku akan melakukan apa pun untuk membuat kakak senang dan tersenyum seperti sedia kala," ujar Dona, kali ini dia terlihat sangat serius.

"Oh ya? Apa ini berhubungan dengan rencana kita?" tanya perempuan itu mulai antusias.

Lihat selengkapnya