Almost Ours

perempuansenja_wp
Chapter #3

dr. Zara Adreena, Sp.A: Menenangkan Ibu di Setiap Tumbuh Kembang Anak

dr. Zara Adreena, Sp.A: Menenangkan Ibu di Setiap Tumbuh Kembang Anak

Oleh Tim Hello Moms


Jakarta — Menyusui merupakan fase penting dalam perjalanan awal kehidupan ibu dan bayi. Namun di balik manfaatnya yang besar, tidak sedikit ibu yang menghadapi berbagai tantangan, baik secara fisik maupun emosional.

Di tengah kondisi tersebut, kehadiran tenaga medis yang tidak hanya memahami secara klinis, tetapi juga mampu mendampingi secara empatik, menjadi sangat dibutuhkan.

Salah satu sosok yang banyak dipercaya para orangtua adalah dr. Zara Adreena, Sp.A, dokter spesialis anak di RSIA Bunda Harmoni, Jakarta.

Setiap hari, ruang tunggu polinya hampir selalu penuh. Bayi dalam gendongan, balita yang rewel, hingga orangtua dengan berbagai kekhawatiran datang silih berganti.

“Orangtua itu tidak hanya membawa anak, tapi juga membawa rasa khawatir,” ujar Zara kepada Hello Moms. “Tugas saya bukan membuat mereka semakin takut, tapi membantu mereka memahami kondisi yang sebenarnya.”

Menyusui: Tidak Hanya Soal Nutrisi

Dalam praktik sehari-hari, Zara menjelaskan bahwa menyusui sering kali dipahami hanya dari sisi nutrisi, padahal proses ini jauh lebih kompleks.

“Secara medis, ASI memang mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan bayi, terutama di enam bulan pertama kehidupannya,” jelasnya.

ASI juga berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, membantu melawan infeksi, serta mendukung perkembangan otak di masa awal pertumbuhan.

Namun menurut Zara, keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada aspek biologis.

“Menyusui bukan hanya soal nutrisi, tapi juga tentang kesiapan fisik dan kondisi emosional ibu,” katanya.

Fase Awal: Adaptasi yang Sering Disalahpahami

Banyak ibu merasa khawatir ketika ASI belum keluar deras di hari-hari pertama. Padahal, menurut Zara, kondisi tersebut masih dalam batas normal.

“Di awal, yang keluar adalah kolostrum. Jumlahnya sedikit, tapi sangat kaya antibodi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penurunan berat badan bayi dalam beberapa hari pertama masih dianggap wajar, selama berada dalam batas tertentu dan kembali naik dalam waktu yang sesuai.

“Yang penting adalah frekuensi menyusu. Semakin sering bayi menyusu, produksi ASI akan semakin terstimulasi.”

Namun, yang sering kali menjadi tantangan bukan hanya kondisi fisiknya.

“Banyak ibu merasa harus langsung bisa. Padahal ini proses belajar, baik untuk ibu maupun bayi.”

Lihat selengkapnya