Alogaritma Takdir

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #3

3

Keesokan harinya

 Ahsana sedang duduk di sudut perpustakaan dan fokus membaca buku tebal. Tiba-tiba Cakra duduk di depannya tanpa izin, menaruh bola basket di meja, dan menatap Ahsana.

‘’Serius banget, Kutu buku? Itu buku rumus fisika apa mantra pemanggil jodoh?’’ ujar Cakra penuh sindiran.

‘’Cakra ini perpustakaan. Bukan lapangan. Pergi!’’ balas Ahsana.

‘’Galak amat. Gue ke sini mau cari ilmu, bukan cari musuh, Ajarin gue dong. Kemarin soal perlombaan OSIS gue nyerah,’’ tutur Cakra dengan nada santai.

Ahsana Menutup bukunya dengan keras dan menatap Cakra tajam. ‘’ Lo punya otak buat mikir!, bukan cuma buat gaya rambut. Cari di Google, atau tanya guru!’’

‘’Google nggak bisa senyum manis kayak lo, Kutu Buku. Lagian ...kalau guru yang ajarin, nggak seru. Nggak ada bonus dapet nomor WA,’’ kata Cakra sembari menyelidiki karakter wanita tersebut.

Ahsana bertanya dengan cepat, ‘’Ck. Lo mau belajar, atau mau bikin keributan?’’  

‘’Dua-duanya. Gimana kalau gini? Lo terima permintaan maafku, gue traktir lo es kopi susu depan sekolah sebulan,’’ sahut Cakra.

‘’Sebulan? Enggak!’’ balas Ahsana.

Cakra berdiri cepat, matanya berbinar antusias, ‘’Kenapa sih lo? Setiap orang kan punya kesalahan masing – masing. Lagian gue mana tahu kalau di dalam buku lo ada tentang almarhum ayah lo,’’

‘’Ya gue gak peduli. lo udah keterlaluan jadi mending lo pergi dari hadapan gue!’’ tukasnya.

‘’Enggak!’’ tegas Cakra.

Melihat tingkah laku Cakra membuat Ahsana pergi meninggalkan perpustakaan tanpa fikir panjang. Dia pergi dengan langkah kaki yang terburu – buru. Cakra yang melihat sikap tegas Ahsana membuatnya harus berusaha lebih keras. Cakra melempar tasnya ke meja, duduk santai di depan Ahsana yang sedang fokus membaca buku tebal

"Kutu buku….Gak bosen apa hidup lu isinya huruf sama angka doang? Keluar gih, cari angin. Dunia luar lebih seru daripada dunia literasi lu." ujar Cakra sambil mendekat dan memegang bahunya.

"Cakra, orang berilmu itu ibarat pohon yang berbuah. Makin berisi, makin merunduk. Daripada kamu kelayapan gak jelas, mending baca ini," sanggah Ahsana.

Lihat selengkapnya