Sinar matahari pukul tujuh pagi menerobos masuk melalui celah gorden, menciptakan garis-garis cahaya di lantai ruang tamu. Di sana, Cakra sudah duduk santai di sofa panjang, sesekali mengecek jam tangannya dengan senyum tipis yang tak lepas dari bibirnya. Ia sudah rapi dengan kaos polos dan tas ransel kecil di sampingnya sambil menunggu Ahsana yang masih sibuk bersiap-siap di kamar.
Sementara itu, di kamar, Ahsana panik merapikan riasan tipisnya. Ia mematut diri di cermin, memastikan pakaiannya cocok untuk perjalanan santai hari ini. "Duh, Cakra pasti sudah nunggu lama." gumamnya pelan sambil menyambar sling bag.
Ahsana berjalan cepat menuju ruang tamu. Suara langkah kaki Ahsana membuat Cakra menoleh. Saat melihat pacarnya itu, tatapan Cakra melunak, mengagumi betapa santai namun cantiknya penampilan Ahsana pagi ini.
‘’Sudah siap?" tanya Cakra sambil berdiri dan menggendong ranselnya.
Ahsana hanya mengangguk malu, lalu balas tersenyum. "Maaf ya lama," sahutnya.
Cakra menggeleng, menenangkan, lalu menggenggam tangan Ahsana sambil berjalan menuju pintu keluar. "Santai, matahari pagi ini bersahabat banget. Yuk, kita mulai petualangannya," ujar Cakra sambil berpamitan dengan bunda, mereka menutup pintu rumah dan meninggalkan suasana pagi yang tenang untuk liburan singkat mereka.
Cakra mulai melajukan motor ninja menyelusuri jalanan kota yang masih cukup sepi. Mereka berbincang santai sambil mendengarkan hanspri.
‘’Aku udah siapkan tikar yang tebal, jadi nanti kita bisa tiduran di bawah pohon rindang dekat danau,’’
‘’Ide bagus! Aku juga bawa buku novel yang mau aku baca. Semoga aja di sana nggak terlalu ramai ya,’’
Cakra melihat ke arah Ahsana ‘’ Tenang, kalau ramai kita cari spot tersembunyi yang penting pikniknya sama kamu.’’
Ahsana tersenyum malu - malu mendengar gombalan Cakra. Perjalanan pagi itu terasa sejuk menyenangkan dan menenangkan. Namun, perjalanan yang tenang itu tiba - tiba terhenti. Di sebuah pertigaan sepi, segombalan motor ninja menderu kencang dan memotong lajur mereka sehingga memaksa Cakra mengerem mendadak. Citra terpekik pelan. Akrew yang berada paling depan, turun dari motor dengan gaya angkuh, disusul dua teman yang mengepung motor Cakra.
‘’Woy! Santai dong, jalanan luas!’’
Akrew turun sambil memutar mutar kunci motor ‘’Pagi - pagi pacaran, mending setor buat uang keamanan jalur, bro. Atau… cewek lo yang kita pinjam?’’
Ahsana turun dengan gemetar dan memegang jaket Cakra ‘’Sayang… mereka siapa?
‘’Sayang… tenang di belakang aku,’’ lalu menoleh ke arah Akrew ‘’ Akrew! Jangan cari masalah. Kita cuman mau lewat,’’
‘’Kita nggak terima jawaban ‘’Enggak’’ ketus Akrew.