AMEMAYU

Langgeng Ikhtiar Pribadi
Chapter #2

BAB 1: Tamu dari Jauh

Hujan deras membungkus perbukitan Menoreh, menyisakan deru air yang menghantam atap seng Kantor Paroki tanpa jeda. Di dalam ruangan yang berbau kayu jati tua dan kertas lembab itu, sebotol minyak krisma dan sebuah salib besi tergeletak membisu di atas meja kerja yang berdebu tipis.

Pastor Rekso berdiri menghadap jendela kaca yang berembun. Tangannya yang keriput mendekap cangkir berisi kopi hitam yang sudah mendingin sejak satu jam lalu. Tatapannya kosong, lurus menembus kegelapan rumpun bambu di balik pagar paroki, seolah sedang mendengarkan sesuatu yang tidak tertangkap oleh telinga manusia biasa.

Suara engsel pintu yang berderit berat seketika memecah keheningan.

Romo Thomas melangkah masuk. Setelan klerikal hitamnya basah kuyup di bagian bahu, meninggalkan jejak air di lantai tegel. Ia menenteng sebuah koper kulit hitam kecil yang tampak berat. Wajah mudanya yang tegas menyiratkan kelelahan yang amat sangat setelah menempuh perjalanan belasan jam dari Roma.

"Berkah Dalem, Pastor Rekso," sapa Thomas, suaranya agak serak. "Maaf, jalurnya longsor di bawah. Saya terpaksa berjalan kaki dari persimpangan desa."

Pastor Rekso berbalik perlahan. Ia tersenyum tipis, lalu meletakkan cangkir kopinya ke meja. Sepasang matanya yang mulai meredup menatap Thomas dari ujung kepala sampai ujung kaki, sebelum akhirnya tertuju pada koper kulit yang didekap erat oleh imam muda itu.

Lihat selengkapnya