AMEMAYU

Langgeng Ikhtiar Pribadi
Chapter #5

BAB 4: Eksorsisme Pertama

Malam kian merunduk, melarutkan sisa gerimis menjadi hawa dingin yang menusuk tulang. Di dalam kamar yang pengap, Romo Thomas menegakkan punggungnya. Ia meraba stola ungu di lehernya, memastikan posisinya simetris, lalu mengacungkan salib perak tepat di depan kening Laras.

"In nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti. Exorcizo te, omnis spiritus immunde..."

Suara Thomas bergema lantang, memotong keheningan kamar. Pola bicaranya tegas, ritmis, dan tanpa ragu. Setiap silabel bahasa Latin itu diucapkannya dengan presisi teologis yang ia pelajari bertahun-tahun di Roma.

Reaksi itu datang seketika. Tubuh Laras yang tadi sempat tenang akibat kidung Mbah Danu, mendadak tersentak hebat. Jalinan kain jarik yang mengikat pergelangan tangannya menegang, mengeluarkan suara gesekan kain yang nyaris putus. Kepala anak itu mendongak kaku, mulutnya terbuka lebar hingga memperlihatkan urat-urat tenggorokan yang memerah tua.

"Hwaaaaaaghh!"

Sebuah lengkingan yang bukan milik manusia keluar, begitu melengking hingga lampu teplok di dinding bergetar dan kaca semprongnya retak sebaris. Hawa di dalam kamar mendadak drop secara drastis. Napas Thomas mengembun menjadi uap putih di udara.

Lihat selengkapnya