Amika [Aku Mencintaimu Itu Karena Allah]

dari Lalu
Chapter #8

hari pertama

HARI PERTAMA

Kita bersama di hari pertama, ada karena

Kita ada dalam ruangan koma

Tak terjeda oleh koma

Dan, tak terpisah oleh titik.

Pertama kita memulai

Pagi menemani dengan hangat

Hari pertama kita

Semoga berjalan indah.

...

Ami

    Pagi telah singgahi angka sembilan, aku sudah berada di panti jompo cinta kasih sedari jarum pendek jam menempati angka delapan pas, rumah yang sepi tak bisa menahanku untuk nyaman ketika matahari masih bangunkan matanya.

    Sedari tadi, aku sibuk dengan mirrorless pinkku, mengabadikan moment jarang ini, lagipula aku tak pernah pergi ke panti jompo karena kakek nenekku pun sudah tiadakan nafas sedari aku duduki bangku dua SD. Moment penghitung kapan akan teringat, ada saja sepasang kakek dan nenek yang bersama berdua saling menyuapi, ada saja yang bermain sendiri, bahkan ada kakek yang dipisahkan, ditahan oleh jeruji dingin tak bisa berbicara. Di tengah memutarnya jarum detik jam di tanganku. belum aku melihat batang hidung Raka datang,

"Hai, Ami"

Suaranya tepat mendarat ditelingaku, es krim stoberi ia perlihatkan kedepan mataku. Aku dibuatnya setengah terkejut, dia tertawa jahil menertawaiku.

Lagi-lagi aku benar-benar merasakan kesamaan dengan seseorang yang tak tau siapa.

"Iiih rakaa"

Hari pertama, yang merah hanya pipiku, senyum tiba mendarat di bibirku. Aku tenang melihat matanya, aku selalu menyukai keselarasan keduanya,

"Nih, maaf aku sudah membuatmu menunggu lama"

    Apa ini? Hanya sebagai permintaan maaf atau memang sikap ia sebagai Raka yang asli seperti ini, kesemua orang?. Sudahlah, cobalah rehat sejenak.

"Aku raka,buka laka"

Ada sayatan pisau yang terasa begitu saja, tak tau kenapa. Aku memang tak suka bahkan, aku benci tentang hal-halnya lainnya.

    Benci dengan hal kecil yang sepele tapi tak akan ada namanya besar tanpa adanya kecil. Ini bukan perihal aku, tapi ini perihal tuhan tau yang terbaik untukku.

Raka

Lihat selengkapnya