HARI KEEMPAT
Kita semakin dekat
Kamu mulai tau aku
Dan aku mencoba cegah
Segala tanya yang kau simpan.
Aku hanya diam
Mendengar cerita dia
Aku merasa, aku
Juga merasakan
Kamu tidak boleh tau
Cukup aku saja
Menghadapi ini, karena
Sudah alurku.
...
Ami
Aku di lindungi kamar yang tertutup, aku tak ingin keluar selangkah pun, sedari malam bi Ros memanggilku untuk makan, dengan mengatasnamakan ibu, aku tetap tidak inginkan beranjak dari tempat tidur. Malam hari ayah datang, dan tepat jam dua malam, aku belum pejamkan mata, aku mendengar Peperangan suara antara ibu dan ayah di bawah, sampai suara pecahan gelas dan tangisan ibu yang menyayat hati, tapi aku tak kuasa keluar bahkan melihat hal seperti itu, karena aku semakin kacau, aku hampir hilang kendali, aku ingat perkataan Raka tentang masalah psikologi manusia itu tergantung kepada diri masing-masing, itu membuatku mencoba tenang dan mengontrol diri sendiri.
Aku tidak bisa membohongi perutku sendiri, aku lapar, tapi aku tak ingin makan di meja makan.
I found a love for me
Handphoneku bersuara, ternyata panggilan masuk dari Raka
"Assalamualaikum Ami, amigea, bagaimana keadaan kamu?, aku cemas, udah makan?"
Diantara pertanyaan Raka, aku hanya menjawab belum makan saja
"Yasudah, kamu makan kemana? Aku berangkat jemput kamu ya, kamu siap siap"
Pinta Raka dengan tergesa-gesa, aku hanya meminta dia jemput di taman saja, mungkin Raka sudah mengerti, kini dia tak bertanya apapun, dan langsung matikan panggilan. Aku bersiap-siap memakai celana kulot hitam putih dengan baju warna pink juga jilbab berwarna pink, aku keluar dari kamar, bi Ros langsung menghampiriku, memintaku untuk memakan, aku menolak dan menenangkan bi Ros, bila aku ingin makan diluar saja dengan temanku sendiri. Akhirnya bi Ros mengerti keadaanku, untung saja ibu dan ayah sedang di dalam kamar, jadi aku bisa langsung keluar tanpa beban.
Aku menunggu di kursi taman, baru saja aku hendak menghubungi Raka, mobilnya datang, dan aku merasa lega. Aku berdiri dan aku sembunyikan tanganku, tapi Raka tetap memaksa meraih tanganku, menuntunku ke mobilnya. Seperti biasa dia memutarkan lagu Ed Sheeran perfect, tapi sekarang aku tidak ikut bernyanyi hanya Raka saja, padahal dalam hati aku bernyanyi.
Entah kemana Raka membawaku pergi tapi kurasa ini jalan menuju ke pantai. Benar saja dugaanku, Raka membawaku ke pantai. Setelah raka memarkirkan mobil, dia keluar, membukakan pintu mobil untuk ku, dan langsung meraih tanganku dengan sangat erat, membawaku ke tengah pantai dan
"Aaaaaaaaaaaa"
Dia mengagetkanku dengan teriakan yang begitu kencang
"Mau mencoba? Keluarkan bebanmu yang tak dapat kamu ceritakan mi, aku tau kamu punya masalah bukan"