TIDAK MELIHATNYA LAGI
Aku melihat lagi, tapi
Tidak melihatnya lagi
Aku melihat karena dia berkorban
Dia berkorban, agar dia pergi terkenang.
Aku berpisah dengannya di mimpi
Dan bangun sudah melihat
Tapi tidak dia
Dia sudah berada di syurganya tuhan.
Aku tak bisa memaafkan
Dia yang tidak memberitahu
Dia yang diam-diam menolong
Sampai korbankan satu indra karena nyawa sudah di ambang pintu syurga.
...
Ami
‘aku dimana?’ tanyaku pada diri sendiri. Mataku melihat warna-warni semesta, aku melihat dengan jelas diriku sendiri. ‘aku bisa melihat lagi?’. Aku tersenyum bersyukur memanjatkan puji. Disana ada seseorang yang aku kenal dan sudah lama tak jumpa
“aisha!”
Aku memanggilnya, tapi kenapa pandangannya kosong. Aku melangkah mendekatinya
“aisha”
Aku memanggilnya sekali lagi. Dia tetap memandang kosong, tapi senyuman khasnya terpancar dengan tulus
“jangan mendekatiku mi”
Kakiku langsung berhenti jalan. Aku menatapnya aneh karena pandangannya tidak bergerak sekalipun.
“kenapa sha?”
Aisha tersenyum dengan gingsul yang manis
“kamu jaga diri baik-baik ya. Aku pamit selamanya. Aku menunggumu di syurga”
“apa? Maksudmu apa?”
Baru saja aku melangkah kepadanya. Dia berjalan mundur, dan melambaikan tangan, tak lama dia memudar dan menghilang begitu saja
…
Mataku tidak bisa dibuka, aku menggerakan kepalaku ke kanan dan ke kiri, tanganku memegang mata, ternyata mataku diperban. Kenapa sepertinya ada sesuatu yang terjadi saat aku tertidur. Rasanyapun ini bukan di kamarku. Aku mendengar suara yang tidak asing