Malam telah menjelang.
Dan seperti biasa, aku duduk di bawah pohon rindang di pinggir jalan.
Lampu jalan di atas kepalaku menyala setengah hati, temaram, seperti cahaya yang malas menyapa gelap.
Aku di sini bukan untuk menghindar. Hanya ingin menjauh.
Dari kebisingan, dari suara-suara sumbang di dalam rumah, dari tawa-tawa palsu para pemabuk di ujung gang,
dan dari dunia yang terlalu ramai untuk anak sepi sepertiku.
Di bawah pohon ini, aku belajar.
Mengulang pelajaran yang tadi siang disampaikan guru dengan suara malas.
Menyalin kembali rumus dan kalimat penting ke dalam buku catatanku yang mulai kusut.