Anak Diujung Pelukan

Temu Sunyi
Chapter #13

Langkah Kecil di Malam Besar


Malam sudah terlalu larut untuk anak seusiaku.

Tapi aku belum bisa pulang, belum bisa berhenti menjadi kuat.

Setelah selesai mengemas buku-buku yang aku dekap seperti pelindung tak kasat mata,

aku melangkah menuju tempat yang kusebut rumah—bukan karena bentuknya, tapi karena di sanalah satu-satunya orang yang mencintaiku tinggal.

Aku melewati jalan yang sudah hafal bau alkohol dan suara tawa palsu.

Perempuan-perempuan malam menyapaku dengan senyum yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang sama-sama pernah dijatuhkan dunia.

Mereka tak punya panggung, tak punya gelar.

Tapi mereka punya sisi manusia, yang hangat, yang tak dimiliki mereka yang duduk di bangku berseragam.

"Hati-hati ya, Rudi!"

seru Kak Ana—dandanannya menor, tapi hatinya tulus.

Lihat selengkapnya